Hubungan Praktik Kerja Tangkas dengan Kesejahteraan Kerja yang dimediasi Tuntutan Kerja dan Sumber Daya Kerja Pada Karyawan Perusahaan Rintisan
Abstract
Kesejahteraan kerja penting untuk diperhatikan guna menjaga kestabilan kinerja karyawan dan
menciptakan perusahaan yang memiliki daya saing yang baik. Hal ini menjadi semakin krusial
pada perusahaan rintisan, di mana karyawan dituntut untuk memiliki kemampuan fleksibilitas,
inovasi, dan pemanfaatan teknologi informasi secara efektif. Oleh karena itu, praktik kerja yang
paling sesuai untuk kondisi ini adalah praktik kerja tangkas. Namun, untuk memahami
bagaimana praktik ini mempengaruhi kesejahteraan kerja, penting untuk mengeksplorasi peran
mediasi dari tuntutan kerja dan sumber daya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran
mediasi tuntutan kerja dan sumber daya pada hubungan antara praktik kerja tangkas dan
kesejahteraan kerja. Desain korelasional diterapkan melalui survei terhadap 73 karyawan
Perusahaan rintisan di Indonesia (Laki-laki = 39,7%, Perempuan = 60,3% Musia = 26,41, SDusia
= 2,45). Hasil penelitian menunjukkan tuntutan kerja dan sumber daya memediasi hubungan
antara praktik kerja tangkas dan kesejahteraan kerja. Lebih lanjut, tuntutan kerja berperan
sebagai mediator dalam hubungan antara praktik kerja tangkas dan kesejahteraan kerja dimensi
kelelahan emosional (b = 0,49, p < 0.001, R2 = 0,33); serta sumber daya berperan sebagai
mediator dalam hubungan antara praktik kerja tangkas dan kesejahteraan kerja dimensi
keterlibatan emosional (b = 0,16, p < 0.001, R2 = 0,3).
Collections
- Master of Psychology [494]
