• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KAJIAN PLACE ATTACHMENT KAWASAN BERSEJARAH UNTUK MENGEDUKASI PENGUNJUNG TERHADAP KESADARAN MELESTARIKAN KAWASAN WISATA BERSEJARAH Studi kasus: Situs Warungboto

    Thumbnail
    View/Open
    66.KAJIAN PLACE ATTACHMENT KAWASAN BERSEJARAH UNTUK.pdf (2.385Mb)
    Date
    2024-07-01
    Author
    Athia, Nur
    Anggraini, Stefy Prasasti
    Nurulhuda, Aesha Mutiara
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Para wisatawan saat mengunjungi Situs Warungboto banyak yang tidak memiliki etika diantaranya membuang sampah sembarangan dan menyalahgunakan area sakral seperti memanjat dan bermain layangan. maka dilakukanlah penelitian ini dengan tujuan mengetahui karakteristik kawasan disekitar situs budaya warung boto diliat dari kajian Place Attachment. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. data diambil melalui obeservasi, wawancara mendalam, serta memberikan kuesioner kepada para wisata situs warungboto. Pelestarian pada Kawasan wisata bersejarah sangat penting untuk menjaga warisan budaya yang dapat membantu Situs Warungboto tetap terjaga, dapat dinikmati oleh generasi mendatang, dapat memberi manfaat ekonomi, serta Pendidikan bagi masyarakat setempat dan pengunjung. Temuan menunjukkan bahwa keterikatan dengan Situs Warungboto terkait dengan perilaku etika pengunjung selama berwisata, khususnya terhadap ruang-ruang yang memiliki nilai sakral. Terutama bagi wisatawan yang bukan berasal dari Jogja, mereka mungkin kurang menyadari bahwa tindakan yang dianggap tidak sopan di area bersejarah bisa dianggap sebagai hal yang lumrah. Namun, perlu diingat bahwa perilaku tersebut dapat berakibat buruk karena setiap tempat memiliki makna dan penghuninya. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga etika di setiap tempat yang dikunjungi.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/54582
    Collections
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13 [82]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV