| dc.description.abstract | Pelataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta adalah ruang terbuka publik
yang terdapat beragam aktivitas di dalamnya. Awalnya pelataran dirancang untuk
pelaksanaan acara pada hari-hari penting, namun ketika sedang tidak dipakai kegiatan
masjid, maka banyak anak memanfaatkan ruang publik tersebut. Studi ini mempelajari
bagaimana proses placemaking sehingga Pelataran Masjid menjadi daya tarik anak
untuk bermain. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang berfokus pada
variabel comfort & image dari teori The Place Diagram dan teori perkembangan anak
oleh Papilia & Olds untuk meneliti terbentuknya placemaking ruang bermain anak.
Tahapan penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung, wawancara dengan anak
anak dan pengunjung, studi literatur, place-centered map, dan analisis. Hasil menunjukan
terdapat tiga area pada pelataran yaitu area bermain, area berkumpul, dan area
berdagang. Ruang yang terbentuk di pelataran masjid pada masing-masing area
memiliki perbedaan kondisi, suasana dan daya tarik tersendiri untuk anak-anak bermain.
Elemen alami, elemen buatan, dan interaksi sosial menjadi faktor ruang yang terbentuk
dapat dimaknai sebagai ruang bermain. | en_US |