Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Nadya Eka
dc.date.accessioned2025-01-22T03:15:54Z
dc.date.available2025-01-22T03:15:54Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54563
dc.description.abstractLatar Belakang: BBLR didefinisikan sebagai berat bayi baru lahir <2500 gram yang dihitung satu jam setelah kelahiran. Bayi yang mengalami BBLR akan memiliki risiko kematian 20 kali lebih tinggi daripada bayi yang lahir dengan berat badan normal. Selain meningkatkan risiko kematian, bayi dengan BBLR akan mengalami komplikasi perinatal seperti gangguan perkembangan kognitif, retardasi mental, dan akan lebih mudah terkena infeksi sehingga lebih gampang terkena penyakit. BBLR dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti ibu hamil yang mengalami masalah gizi saat masa kehamilan, anemia, umur ibu (<20 tahun atau >35 tahun), jarak kehamilan yang terlalu dekat, dan masih banyak lagi lainnya. Kasus BBLR di Sulawesi Selatan masih menjadi masalah yang cukup tinggi seperti yang diketahui BBLR akan meningkatkan risiko menderita penyakit dan kematian lebih tinggi dibanding bayi yang lahir dengan berat yang normal. Kemudian, berdasarkan data yang didapat dari Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Pangkajene didapatkan kasus BBLR sebanyak 78 pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 178 kasus BBLR di Pangkep. Tujuan: Mengetahui bagaimana profil berat badan lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Batara Siang Pangkajene 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan menggunakan data sekunder yang berasal dari data rekam medis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dan untuk analisisnya menggunakan analisis univariat yakni distribusi dan frekuensi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan kejadian BBLR berdasarkan bulan kelahiran paling banyak di Bulan Juli dan Oktober yaitu 12.5% dan 53.70%, alamat paling banyak di Kecamatan Labakkang dan Liukang Tupabbiring Utara yaitu 18.8% dan 70%, usia paling banyak berada pada rentang 20-35 tahun yaitu 67.8%, paling banyak pada kelompok ibu yang tidak bekerja yaitu 85.9%, pendidikan terakhir paling banyak SMA yaitu 33.6%, jumlah paritas tertinggi yakni jumlah paritas satu yaitu 45.4%, dan usia kehamilan paling banyak pada usia kehamilan ≥37 minggu yaitu 79.3%. Kesimpulan: Kejadian BBLR berdasarkan data rekam medis dari RSUD Batara Siang Pangkajene pada tahun 2022 didapatkan paling tinggi terjadi di Bulan Juli dan Oktober, Kecamatan Labakkang dan Liukang Tupabbiring Utara, rentang usia 20-35 tahun, kelompok ibu yang tidak bekerja, pendidikan terakhir SMA, paritas satu, dan usia kehamilan ≥37 minggu.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBBLRen_US
dc.subjectdistribusien_US
dc.subjectfaktor risikoen_US
dc.titleProfil Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Pangkajene Tahun 2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711146


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record