Profil Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Pangkajene Tahun 2022
Abstract
Latar Belakang: BBLR didefinisikan sebagai berat bayi baru lahir <2500 gram
yang dihitung satu jam setelah kelahiran. Bayi yang mengalami BBLR akan
memiliki risiko kematian 20 kali lebih tinggi daripada bayi yang lahir dengan berat
badan normal. Selain meningkatkan risiko kematian, bayi dengan BBLR akan
mengalami komplikasi perinatal seperti gangguan perkembangan kognitif,
retardasi mental, dan akan lebih mudah terkena infeksi sehingga lebih gampang
terkena penyakit. BBLR dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti ibu hamil yang
mengalami masalah gizi saat masa kehamilan, anemia, umur ibu (<20 tahun atau
>35 tahun), jarak kehamilan yang terlalu dekat, dan masih banyak lagi lainnya.
Kasus BBLR di Sulawesi Selatan masih menjadi masalah yang cukup tinggi seperti
yang diketahui BBLR akan meningkatkan risiko menderita penyakit dan kematian
lebih tinggi dibanding bayi yang lahir dengan berat yang normal. Kemudian,
berdasarkan data yang didapat dari Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang
Pangkajene didapatkan kasus BBLR sebanyak 78 pada tahun 2017 dan pada
tahun 2018 meningkat menjadi 178 kasus BBLR di Pangkep.
Tujuan: Mengetahui bagaimana profil berat badan lahir rendah (BBLR) di Rumah
Sakit Batara Siang Pangkajene 2022.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan menggunakan
data sekunder yang berasal dari data rekam medis. Pengambilan sampel
dilakukan dengan metode total sampling dan untuk analisisnya menggunakan
analisis univariat yakni distribusi dan frekuensi.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan kejadian BBLR berdasarkan
bulan kelahiran paling banyak di Bulan Juli dan Oktober yaitu 12.5% dan 53.70%,
alamat paling banyak di Kecamatan Labakkang dan Liukang Tupabbiring Utara
yaitu 18.8% dan 70%, usia paling banyak berada pada rentang 20-35 tahun yaitu
67.8%, paling banyak pada kelompok ibu yang tidak bekerja yaitu 85.9%,
pendidikan terakhir paling banyak SMA yaitu 33.6%, jumlah paritas tertinggi yakni
jumlah paritas satu yaitu 45.4%, dan usia kehamilan paling banyak pada usia
kehamilan ≥37 minggu yaitu 79.3%.
Kesimpulan: Kejadian BBLR berdasarkan data rekam medis dari RSUD Batara
Siang Pangkajene pada tahun 2022 didapatkan paling tinggi terjadi di Bulan Juli
dan Oktober, Kecamatan Labakkang dan Liukang Tupabbiring Utara, rentang usia
20-35 tahun, kelompok ibu yang tidak bekerja, pendidikan terakhir SMA, paritas
satu, dan usia kehamilan ≥37 minggu.
Collections
- Medical Education [2860]
