Aplikasi Indeks Moran dalam Identifikasi Pola Spasial dan Autokorelasi Spasial (Studi Kasus : Jumlah Laporan Kasus Kejahatan di Provinsi Jawa Timur 2022)
Abstract
Kasus kejahatan adalah isu yang hampir seluruh negara di dunia
menghadapinya, termasuk Indonesia. Provinsi Jawa Timur menurut BPS
menempati peringkat pertama dengan perolehan laporan kasus kejahatan tertinggi
di Indonesia yakni sebanyak 51.905 kasus di Tahun 2022. Dalam hal mengatasi
permasalahan kriminalitas, upaya analisis dapat diterapkan salah satunya ialah
analisis spasial. Penelitian ini melakukan identifikasi pola dan autokorelasi spasial
pada kasus kriminalitas di setiap wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2022
menggunakan indeks Moran dengan membandingkan metode pembobotan
berbasis Queen contiguity, invers jarak, dan kernel Gaussian. Hasil uji
signifikansi indeks Moran secara global menunjukkan terjadinya autokorelasi
spasial secara global pada pembobot Queen contiguity dengan perolehan Indeks
Moran sebesar 0,2434 dan pembobot jarak kernel Gaussian sebesar 0,4011 yang
artinya terdapat autokorelasi spasial positif dengan pola cluster. Analisis LISA
dengan pembobot kernel Gaussian menghasilkan pengelompokkan wilayah yang
signifikan ke dalam kategori High-High yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten
Jombang, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, serta Kota
Surabaya, juga ke dalam kelompok Low-High yang terdiri dari Kabupaten
Bangkalan, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, dan
Kabupaten Pasuruan. Kelompok wilayah pada kuadran High-High merupakan
hotspots (wilayah rawan kejahatan) sehingga dengan diadakannya penelitian ini
dapat membantu pihak berwenang khususnya kepolisian di Provinsi Jawa Timur
dalam penempatan patroli yang lebih efektif terhadap area yang sudah
terklasifikasi.
Collections
- Statistics [1245]
