Penerapan Lean Manufacturing pada Produksi Batik untuk Meminimalisir Pemborosan pada Proses Produksi Batik Tulis (Studi Kasus: IKM Sukamaju)
Abstract
Penelitian ini dilakukan di IKM Sukamaju yang bergerak pada industri kerajinan batik tulis di
Yogyakarta yang menghadapi permasalahan ketidakpastian waktu produksi pada pembuatan
batik tulis motif wahyu temurun. Hal ini disebabkan dari aktivitas yang tidak memberikan
nilai tambah, seperti pengulangan penghiasan motif dalam proses granit dan pengambilan
serta pengembalian alat dan bahan yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pemborosan dominan, mengetahui faktor penyebab dominan, memberikan
rekomendasi perbaikan, dan mengetahui perubahan waktu dari usulan yang diberikan dengan
metode lean manufacturing. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi
literatur, dan kuesioner. Analisis dilakukan dengan metode Borda untuk mambantu dalam
pembobotan seven waste, dilanjutkan dengan analisis VALSAT untuk menentukan tools yang
akan digunakan dalam pemetaan aktivitas, dan pemetaan aktivitas menggunakan PAM. VSM
digunakan untuk menggambarkan proses produksi sebelum dan setelah diberikannya usulan
perbaikan. Fishbone diagram digunakan untuk menemukan akar penyebab pemborosan yang
terjadi dan QFD digunakan secara spesifik untuk menjadi dasar dalam pemberian usulan
perbaikan pada kasus transportation. Temuan utama pemborosan dominan yang terjadi yakni
overprocessing dengan durasi terlama 729290 detik (28 hari 6 jam) dan transportation dengan
aktivitas terbanyak yaitu 36 aktivitas. Overprocessing disebabkan oleh pengulangan
pengerjaan dalam penghiasan motif dengan faktor dominan method, sedangkan transportation
disebabkan oleh pengambilan serta pengemballian alat dan bahan yang memakan waktu lama
dengan faktor dominan machine dan material. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi
pembuatan SOP terkait penggunaan lilin dan pengadaan alat bantu pengambilan serta
pengembalian alat dan bahan. Implementasi perbaikan tersebut menghasilkan penurunan
waktu pada aktivitas penghiasan motif proses granit sebesar 86244 detik (3 hari 3 jam).
Sedangkan pada pengambilan serta pengembalian alat dan bahan pada proses pemolaan,
cecek, tembok, granit, dan bironi terjadi rata – rata penurunan waktu sebesar 410 detik (6
menit 49 detik). Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan produktivitas dan efisiensi
yang mendukung keberlanjutan proses produksi batik tulis di IKM Sukamaju.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
