Pengaruh Kombinasi Ekstrak Akuades Bawang Putih Siung Tunggal (Allium Sativum) dan Simvastatin Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Hepar Tikus yang diinduksi HFD
Abstract
Latar Belakang : Diet tinggi lemak (HFD) dapat menyebabkan stres oksidatif dan
kerusakan hepar, yang berisiko berkembang menjadi NAFLD atau sirosis.
Simvastatin dapat menurunkan stres oksidatif, tetapi efektivitasnya terhadap kadar
MDA masih kontroversial. Bawang putih siung tunggal (Allium sativum)
mengandung antioksidan yang dapat menurunkan MDA, dan kombinasi dengan
simvastatin diharapkan memberikan efek sinergis.
Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak bawang putih siung
tunggal dan simvastatin terhadap kadar MDA pada hepar tikus yang diinduksi
HFD.
Metode Penelitian : Penelitian menggunakan desain true experimental dengan
metode post-test only control group. Sebanyak 20 tikus Wistar jantan dibagi
menjadi empat kelompok: (1) kontrol negatif (HFD tanpa terapi), (2) kontrol positif
(HFD + simvastatin 0,09 mg/100 gBB), (3) ekstrak bawang putih 400mg/100 gBB),
dan (4) kombinasi simvastatin dan ekstrak bawang putih. Perlakuan diberikan
selama 14 hari. Kadar MDA dianalisis dengan spektrofotometer.
Hasil : Kadar MDA hepar berturut-turut: 11,1 ± 0,26; 7,3 ± 0,38; 4,9 ± 0,43; 6,9 ±
0,45 nmol/L (p=0,00).
Kesimpulan: Ekstrak bawang putih tunggal lebih efektif menurunkan kadar MDA
dibandingkan simvastatin atau kombinasi keduanya.
Collections
- Medical Education [2954]
