| dc.description.abstract | Yogyakarta memiliki potensi wisata besar dengan daya tarik utama berupa
sejarah dan peninggalan bersejarah, seperti Candi Prambanan, Malioboro, dan
Museum Sonobudoyo. Penelitian ini menggunakan metode Importance
Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) untuk
mengevaluasi penerapan Sapta Pesona di ketiga lokasi tersebut. Data primer
diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 200 responden, terdiri dari 100
responden di Malioboro, 65 di Candi Prambanan, dan 35 di Museum Sonobudoyo.
Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa prioritas pengembangan bervariasi di setiap
lokasi. Di Candi Prambanan, aspek Aman dan Tertib menjadi prioritas utama untuk
ditingkatkan, sementara Indah, Bersih, dan Ramah perlu dipertahankan. Di
Malioboro, kebersihan menjadi perhatian utama, sedangkan di Museum
Sonobudoyo, fokus pengembangan terletak pada keindahan tata letak bangunan.
Hasil analisis CSI menunjukkan bahwa Candi Prambanan dan Museum
Sonobudoyo memperoleh nilai sangat puas, masing-masing sebesar 83,78% dan
82,07%, yang mencerminkan kinerja pelayanan dan fasilitas yang sangat baik.
Sementara itu, Malioboro mencatatkan nilai CSI sebesar 77,48%, yang masuk
kategori puas, mengindikasikan masih ada peluang untuk meningkatkan kualitas
pelayanan. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengelola ketiga
objek wisata untuk meningkatkan aspek prioritas yang sesuai dengan hasil analisis,
guna mendukung kepuasan wisatawan serta keberlanjutan pengelolaan destinasi
wisata. | en_US |