Show simple item record

dc.contributor.authorRamadhani, Shafira
dc.date.accessioned2025-01-20T01:46:51Z
dc.date.available2025-01-20T01:46:51Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54500
dc.description.abstractLatar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- CoV-2). Kasusnya berkembang dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia sehingga ditetapkan sebagai pandemi. Kasus COVID-19 di Indonesia sendiri telah melewati 2 gelombang lonjakan kasus. Diabetes melitus merupakan salah satu komorbid yang menjadi faktor risiko prediktor kuat terjadinya COVID-19 dengan tingkat keparahan yang berat. Saat ini D-dimer dijadikan prediktor mortalitas karena berkorelasi positif dengan derajat keparahan COVID-19. Tujuan Penelitian: Mengkaji lebih jauh perbedaan kadar D-dimer pada pasien COVID-19 dengan komorbid diabates melitus dan pasien COVID-19 tanpa komorbid diabetes melitus di RSUD Sleman. Metode Penelitian: Penelitian ini berjenis observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medis RSUD Sleman, pada bulan April 2022. Populasi target pada penelitian ini adalah pasien COVID-19 dengan dan tanpa komorbid diabetes melitus sebanyak 140 pasien yang terdiri dari 70 setiap kelompoknya. Penghitungan sampel menggunakan rumus analitik kategorik numerik tidak berpasangan dan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Mann- Whitney U. Hasil: Terdapat perbedaan kadar D-dimer yang signifikan (p = 0,000) antara pasien COVID-19 dengan komorbid diabetes melitus dan pasien COVID-19 tanpa komorbid diabetes melitus. Kelompok subjek dengan komorbid diabetes melitus memiliki rerata kadar D-dimer kategori meningkat tinggi yaitu 2.877,7 ng FEU/mL. Sedangkan pada kelompok subjek tanpa komorbid diabetes melitus memiliki rerata kadar D-dimer kategori meningkat rendah hingga sedang yaitu 733,1 ng FEU/mL. Kesimpulan: Kadar D-dimer antara pasien COVID-19 dengan komorbid diabetes melitus dan pasien COVID-19 tanpa komorbid diabetes melitus memiliki perbedaan yang bermakna. Terjadi peningkatan kadar D-dimer antara kedua kelompok namun pada kelompok dengan komorbid diabetes melitus akan meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan pasien tanpa komorbid diabetes melitus.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCOVID-19en_US
dc.subjectD-dimeren_US
dc.subjectDiabetes Melitusen_US
dc.titlePerbedaan Kadar D-dimer pada Pasien Covid-19 dengan Komorbid Diabetes Melitus dan Pasien Covid-19 Tanpa Komorbid Diabetes Melitus di RSUD Slemanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711119


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record