Perbedaan Kadar D-dimer pada Pasien Covid-19 dengan Komorbid Diabetes Melitus dan Pasien Covid-19 Tanpa Komorbid Diabetes Melitus di RSUD Sleman
Abstract
Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit infeksi
yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-
CoV-2). Kasusnya berkembang dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia
sehingga ditetapkan sebagai pandemi. Kasus COVID-19 di Indonesia sendiri telah
melewati 2 gelombang lonjakan kasus. Diabetes melitus merupakan salah satu
komorbid yang menjadi faktor risiko prediktor kuat terjadinya COVID-19 dengan
tingkat keparahan yang berat. Saat ini D-dimer dijadikan prediktor mortalitas
karena berkorelasi positif dengan derajat keparahan COVID-19.
Tujuan Penelitian: Mengkaji lebih jauh perbedaan kadar D-dimer pada pasien
COVID-19 dengan komorbid diabates melitus dan pasien COVID-19 tanpa
komorbid diabetes melitus di RSUD Sleman.
Metode Penelitian: Penelitian ini berjenis observasional analitik menggunakan
metode cross sectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medis RSUD
Sleman, pada bulan April 2022. Populasi target pada penelitian ini adalah pasien
COVID-19 dengan dan tanpa komorbid diabetes melitus sebanyak 140 pasien
yang terdiri dari 70 setiap kelompoknya. Penghitungan sampel menggunakan
rumus analitik kategorik numerik tidak berpasangan dan teknik consecutive
sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Mann-
Whitney U.
Hasil: Terdapat perbedaan kadar D-dimer yang signifikan (p = 0,000) antara
pasien COVID-19 dengan komorbid diabetes melitus dan pasien COVID-19 tanpa
komorbid diabetes melitus. Kelompok subjek dengan komorbid diabetes melitus
memiliki rerata kadar D-dimer kategori meningkat tinggi yaitu 2.877,7 ng FEU/mL.
Sedangkan pada kelompok subjek tanpa komorbid diabetes melitus memiliki
rerata kadar D-dimer kategori meningkat rendah hingga sedang yaitu 733,1 ng
FEU/mL.
Kesimpulan: Kadar D-dimer antara pasien COVID-19 dengan komorbid diabetes
melitus dan pasien COVID-19 tanpa komorbid diabetes melitus memiliki
perbedaan yang bermakna. Terjadi peningkatan kadar D-dimer antara kedua
kelompok namun pada kelompok dengan komorbid diabetes melitus akan
meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan pasien tanpa komorbid diabetes
melitus.
Collections
- Medical Education [2922]
