• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Antara Anosmia dan Tingkat Keparahan Gejala Penderita Covid-19: Sebuah Studi Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    19711152.pdf (1.206Mb)
    Date
    2022
    Author
    Pratiwi, Annisa Nadya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau biasa dikenal dengan SARS-CoV-2. Gejala yang dialami oleh pasien COVID-19 sangat bervariasi, seperti demam, batuk, flu, sesak napas, mudah lelah, dan hilangnya kemampuan mengecap rasa dan mencium bau. Hal ini menyebabkan diagnosis dini COVID-19 menjadi sulit. Namun, salah satu gejala yang paling sering terjadi dan merupakan hal yang mudah disadari untuk diagnosis COVID-19 yaitu anosmia atau hilangnya kemampuan indera penciuman. Adanya gejala anosmia ini sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat keparahan gejala COVID-19 karena kebanyakan penderita dengan gejala anosmia tidak merasakan gejala lain yang lebih parah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara anosmia dan tingkat keparahan gejala penderita COVID-19. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara anosmia dan tingkat keparahan gejala penderita COVID-19. Metode Penelitian: Metode yang dilakukan yaitu scoping review dengan menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil: Hasil dari pencarian, didapatkan 2.988 artikel yang selanjutnya dilakukan seleksi dan didapatkan enam artikel untuk diekstraksi. Hasil enam artikel tersebut didapatkan bahwa penderita COVID-19 dengan anosmia biasanya disertai dengan gejala yang ringan, dapat menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi berdasarkan temuan laboratorium, dan menurunkan angka kebutuhan terhadap ventilasi dan ruang intensive care (ICU). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara anosmia dan tingkat keparahan gejala penderita COVID-19, yaitu memperingan keparahan gejala yang dapat dilihat berdasarkan gejala penyerta, temuan hasil laboratorium, dan kebutuhan terhadap ventilasi dan ruang ICU.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54469
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV