Show simple item record

dc.contributor.authorSalma, Novi Fara Aisha
dc.date.accessioned2025-01-17T02:10:09Z
dc.date.available2025-01-17T02:10:09Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54425
dc.description.abstractLatar Belakang : Infark Miokardium Akut (IMA) merupakan penyakit kardiovaskuler yang disebabkan penurunan suplai darah ke arteri koroner jantung oleh emboli atau thrombus secara total. Pasien IMA dengan hipertensi atau Diabetes Mellitus (DM) memiliki peluang mortalitas lebih tinggi daripada hipertensi atau DM saja. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, menunjukan terdapat peningkatan penyakit jantung dari 0,5% pada tahun 2013 menjadi 1,5% di tahun 2018 dan CFR (Care Fatality Rate) tertinggi ditempati oleh IMA (13,49%). Berdasarkan Riskesdas 2018, Yogyakarta menempati peringkat kedua prevalensi penyakit jantung terbesar di Indonesia. Tujuan : Mengetahui angka kejadian Infark Miokard Akut dan faktor risikonya pada pasien hipertensi dan DM di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif desain case control dengan menggunakan data sekunder rekam medis pasien diabetes mellitus dan hipertensi yang terdiagnosis IMA di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2019–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive Sampling dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi yakni sejumlah 97 sampel. Analisis data menggunakan tabel distribusi data untuk analisis univariat, bivariat dengan Chi-square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil : Analisis univariat diperoleh dari 97 sampel, terdapat 47 (48,5%) pasien DM dan hipertensi yang terkena IMA dan 50 (51,5%) yang tidak terkena IMA. Analisis bivariat diperoleh dislipidemia memiliki p-value 0,002 (OR 4.556 Cl 95% 1.632- 12.718), jenis kelamin memiliki p-value 0,001 (RR 1,982 Cl 95% ; 1.290 - 3.043, cohort grup = tidak IMA), dan usia memiliki p-value 0.008 dengan rentang usia paling banyak terkena IMA usia 56-65 tahun (lansia akhir) dan disusul usia 46-55 tahun (lansia awal). Analisis multivariat didapatkan p-value berdasarkan analisis uji regresi logistik, dislipidemia p-value 0.006 (Exp(B) 4.607 Cl 95% 1.559-13.616), jenis kelamin p-value 0,002 (Exp (B) 0,238 95%Cl 0.096-0.590) dan usia p-value 0,931 (Exp(B) 0.979 95%Cl 0.610-1.571). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko dislipidemia, jenis kelamin, serta usia dengan kejadian IMA pada penderita DM dan hipertensi. Dislipidemia memiliki nilai ekspresi koefisien regresi logistik lebih tinggi dari 1 sehingga menjadi faktor risiko paling dominan terhadap kejadian IMA dan peluang terkena IMA pada penderita DM dan Hipertensi lebih tinggi 4.607 kali apabila terdapat dislipidemia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIMAen_US
dc.subjectDMen_US
dc.subjectHipertensien_US
dc.subjectFaktor Risikoen_US
dc.titleFaktor Risiko Infark Miokard Pada Pasien Diabetes Mellitus dan Hipertensi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711068


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record