Faktor Risiko Infark Miokard Pada Pasien Diabetes Mellitus dan Hipertensi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang : Infark Miokardium Akut (IMA) merupakan penyakit
kardiovaskuler yang disebabkan penurunan suplai darah ke arteri koroner jantung
oleh emboli atau thrombus secara total. Pasien IMA dengan hipertensi atau
Diabetes Mellitus (DM) memiliki peluang mortalitas lebih tinggi daripada hipertensi
atau DM saja. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, menunjukan terdapat
peningkatan penyakit jantung dari 0,5% pada tahun 2013 menjadi 1,5% di tahun
2018 dan CFR (Care Fatality Rate) tertinggi ditempati oleh IMA (13,49%).
Berdasarkan Riskesdas 2018, Yogyakarta menempati peringkat kedua prevalensi
penyakit jantung terbesar di Indonesia.
Tujuan : Mengetahui angka kejadian Infark Miokard Akut dan faktor risikonya pada
pasien hipertensi dan DM di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif desain case
control dengan menggunakan data sekunder rekam medis pasien diabetes
mellitus dan hipertensi yang terdiagnosis IMA di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta pada tahun 2019–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan
Consecutive Sampling dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi
yakni sejumlah 97 sampel. Analisis data menggunakan tabel distribusi data untuk
analisis univariat, bivariat dengan Chi-square, dan analisis multivariat dengan
regresi logistik.
Hasil : Analisis univariat diperoleh dari 97 sampel, terdapat 47 (48,5%) pasien DM
dan hipertensi yang terkena IMA dan 50 (51,5%) yang tidak terkena IMA. Analisis
bivariat diperoleh dislipidemia memiliki p-value 0,002 (OR 4.556 Cl 95% 1.632-
12.718), jenis kelamin memiliki p-value 0,001 (RR 1,982 Cl 95% ; 1.290 - 3.043,
cohort grup = tidak IMA), dan usia memiliki p-value 0.008 dengan rentang usia
paling banyak terkena IMA usia 56-65 tahun (lansia akhir) dan disusul usia 46-55
tahun (lansia awal). Analisis multivariat didapatkan p-value berdasarkan analisis
uji regresi logistik, dislipidemia p-value 0.006 (Exp(B) 4.607 Cl 95% 1.559-13.616),
jenis kelamin p-value 0,002 (Exp (B) 0,238 95%Cl 0.096-0.590) dan usia p-value
0,931 (Exp(B) 0.979 95%Cl 0.610-1.571).
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko dislipidemia,
jenis kelamin, serta usia dengan kejadian IMA pada penderita DM dan hipertensi.
Dislipidemia memiliki nilai ekspresi koefisien regresi logistik lebih tinggi dari 1
sehingga menjadi faktor risiko paling dominan terhadap kejadian IMA dan peluang
terkena IMA pada penderita DM dan Hipertensi lebih tinggi 4.607 kali apabila
terdapat dislipidemia.
Collections
- Medical Education [2954]
