• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efek Pemberian Kombinasi Simvastatin dan Asam Askorbat Terenkapsulasi Nanopartikel Kitosan Pada Jumlah Sel Leydig Penelitian Eksperimental pada Model Tikus Wistar Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCL4) dan High Fat Diet

    Thumbnail
    View/Open
    21711058.pdf (2.595Mb)
    Date
    2024
    Author
    Imaniar, Aryadin Riziq
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Infertilitas pada pria, yang sering kali disebabkan oleh gangguan pada sel Leydig akibat stres oksidatif pada testis, merupakan masalah global yang meningkat secara signifikan. Dalam upaya mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan terapi farmakologi berbasis kombinasi asam askorbat, simvastatin, dan nanoenkapsulasi kitosan. Terapi ini bertujuan untuk melawan radikal bebas, memperbaiki abnormalitas sel Leydig, dan mengurangi pembengkakan testis. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat dikembangkan solusi yang inovatif untuk mengatasi infertilitas pria dan meningkatkan kualitas hidup pasangan yang terkena dampaknya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi nanopartikel kitosan terhadap jumlah sel leyding pada tikus pasca induksi karbon tetraklorida (CCl4) dan high fat diet (HFD). Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan posttest only control group design. Sebanyak 30 ekor tikus wistar (Rattus novergicus) jantan dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok normal (N) diberikan pakan standar, kelompok induksi HFD tanpa CCl4 dan tanpa intervensi (KN1), kelompok induksi HFD dan CCl4, tanpa intervensi (KN2), kelompok induksi HFD dan CCl4 dengan intervensi campuran simvastatin dan asam askorbat (KI1), kelompok induksi HFD dan CCl4 dengan intervensi campuran simvastatin, asam askorbat, dan kitosan (KI2), kelompok induksi HFD dan CCl4 dengan intervensi campuran simvastatin dan asam askorbat 0,018/200grBB/hari terenkapsulasi dalam nanopartikel kitosan (KI3). Data yang didapatkan berupa rerata jumlah sel Leydig intak setiap kelompok. Hasil uji ANOVA didapatkan nilai p>0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok dan dilanjutkan uji Post-Hoc Bonferroni. Hasil: Rerata jumlah sel Leydig pada kelompok KNL (8,20 ± 1,85), kelompok KN1 (4,13 ± 0,43), kelompok KN2 (4,66 ± 1,50), kelompok KI1 (5,06 ± 0,67), kelompok KI2 (6,20 ± 0,52), kelompok KI3 (7,40 ± 2,72), dengan p value sebesar p=0,407. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan antara rerata jumlah sel Leydig pada kelompok yang diberikan kombinasi simvastatin dan asam askorbat terenkapsulasi nanopartikel kitosan dibandingkan dengan kelompok induksi karbon tetraklorida (CCl4) dan HFD.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54399
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV