Show simple item record

dc.contributor.authorFaisyal, Muhammad Zidan
dc.date.accessioned2025-01-14T03:41:30Z
dc.date.available2025-01-14T03:41:30Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54353
dc.description.abstractKota Tasikmalaya merupakan sebuah kota kecil di provinsi Jawa Barat yang termasuk salah satu bagian wilayah Jawa Barat yang kegiatannya diarahkan pada sektor industri, perdagangan, Pendidikan, dan industri wisata. Kota Tasikmalaya jelas dapat menarik investor untuk berinvestasi di sana setelah menjadi kota industri. Di sini, potensi industri yang dimaksud adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, untuk mendukung sektor industi kecil di Kota Tasikmalaya, diperlukan sarana dan prasarana yang baik. Salah satunya adalah pusat UMKM, yang berfungsi sebagai ruang untuk mendukung pengembangan dan pemberdayaan para pelaku usaha, diharapkan mampu meningkatkan nilai kelokalan berdasarkan nilai lokal di Tasikmalaya yang bersifat arsitektural. Setelah ditinjau kembali melihat potensi ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya berujung pada perancangan Pusat Kuliner berbasis UMKM yang diharapkan akan berdampak pada kemajuan industri kreatif. Dengan melakukan perancangan Pusat kuliner berbasih UMKM ini dapat mendorong kreatif masyarakat yang ada di Kota Tasikmalaya menjadi lebih inovatif dan mempunyai nilai lokal. Perancangan Pusat Kuliner berbasih UMKM di Kota Tasikmalaya nantinya akan dibangun menyesuaikan dengan persyaratan teknis pemilihan lokasi sesuai dengan Kawasan industri, tepatnya di Dadaha Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan pendektan Neo-Vernakular yang menerapkan prinsip-prinsip seperti bentuk, kontruksi, konsep, filosofi, dan tata ruang dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk secara empiris oleh sebuah tradisi yang kemudian sedikit atau banyaknya mengalami pembaruan menuju suatu karya yang lebih modern/maju tanpa mengesampingkan nilai- nilai tradisi. Dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Neo-vernakular dapat kembali mengangkat identitas lokal khas Tasikmalaya, yang dimana rancangan pada bangunan mengedepankan bentuk dan filosofi ruang yang diambil dari rumah adat Kampung Naga. Rancangan di bagi menjadi tiga kawasan sesuai tipologi kawasan Kampung Naga, yaitu Kawasan bersih, kawasan kotor,kawasan terlarang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPusat Kulineren_US
dc.subjectUMKMen_US
dc.subjectKota Tasikmalayaen_US
dc.subjectNeo-vernakularen_US
dc.subjectKampung Nagaen_US
dc.titlePerancangan Pusat Kuliner Berbasis UMKM di Kota Tasikmalaya dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakularen_US
dc.title.alternativeDesign of UMKM-based Culinary Center in Tasikmalaya City With Neo- Vernacular Architectural Approachen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20512052


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record