| dc.description.abstract | Latar Belakang: Aterosklerosis atau pembentukan plak akumulasi lipid dan bahan
berserat berhubungan erat dengan penyakit kardiovaskular (PKV). Diet tinggi
lemak dapat menyebabkan pembentukan plak di arteri dan meningkatkan stres
oksidatif, ditandai dengan peningkatan malondialdehid (MDA). Terapi
konvensional statin sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan
alternatif yang lebih aman seperti kulit buah naga yang memiliki kandungan
antioksidan tinggi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui potensi ekstrak kulit buah naga merah
(Hylocereus polyrhizus) dalam menurunkan kadar malondialdehid (MDA) darah
tikus wistar yang diinduksi diet tinggi lemak.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental murni
dengan desain penelitian post-test only control group design. Sampel dibagi 5
kelompok: N, K-, K+, P1, P2. N tidak diinduksi dan diintervensi. K- diinduksi tanpa
intervensi. K+ diinduksi dan intervensi simvastatin. P1 dan P2 diinduksi dan
intervensi ekstrak kulit buah naga merah 60% dan 80% secara berurutan. Uji
statistik bivariat menggunakan One Way ANOVA dan post hoc Games-Howell (P
< 0,05).
Hasil: Rerata kadar MDA serum darah N sebesar 1,76 ± 0,118 nmol/gram, K-
sebesar 11,24 ± 0,49 nmol/gram, K+ sebesar 2,96 ± 0,42 nmol/gram, P1 sebesar
4,1 ± 0,12 nmol/gram, dan P2 sebesar 3,88 ± 0,14 nmol/gram. Analisa bivariat One
Way ANOVA (P = 0,000). Post hoc Games-Howell antar K- dan K+ (P = 0,000),
antar K- dan P1 (P = 0,000), antar K- dan P2 (P = 0,000), antar K+ dan P1 (P =
0,007), antar K+ dan P2 (P = 0,021), dan antar P1 dengan P2 (P = 0,306).
Simpulan: Ekstrak kulit buah naga merah dapat secara signifikan menurunkan
kadar MDA darah tikus wistar yang diinduksi diet tinggi lemak. Perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut terkait kadar ekstrak kulit buah naga yang optimal dalam
menurunkan kadar MDA darah. | en_US |