| dc.description.abstract | Sebagai sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan antara pengguna
layanan dan pihak bank, perbankan menerima dampak negatif dari serangan siber. PT
Bank Syariah Indonesia Tbk adalah salah satu korban yang ditetapkan diretas oleh
ransomware yang menyebabkan kebocoran data pribadi nasabah sebesar 2 TB dengan
ciri-ciri layanan yang terganggu. Serangan ini tentu saja telah membangkitkan ketakutan
di kalangan nasabah, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial dan reputasi bank
berupa insiden kehilangan data pribadi pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dampak serangan siber dan faktor-faktor lain terhadap loyalitas nasabah
BSI.
Penelitian bersifat kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner.
Populasi yang diteliti adalah nasabah BSI yang pernah terkena serangan siber
ramsomware, dengan sampel sebanyak 50 orang. Data yang dikumpulkan akan
dianalisis menggunakan metode deskriptif dan perangkat lunak SPSS 29.
Hasil penelitian menunjukan bahwa serangan siber berpengaruh negative terhadapp
loyalitas nasabah sedangkan kualitas pelayanan, kepercayaan, kepuasan konsumen,
keamanan bertransaksi berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah. | en_US |