Show simple item record

dc.contributor.authorAziz, Rayi Ardianov Noor
dc.date.accessioned2025-01-08T04:46:45Z
dc.date.available2025-01-08T04:46:45Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54256
dc.description.abstractMenurut survei Association of Certified Fraud Examiners (2020), terjadi total kerugian sebesar Rp873,43 juta di Indonesia pada tahun 2019 sebagai akibat dari kasus fraud. Rata-rata, setiap kasus melibatkan kerugian melebihi Rp 7 juta, dan sekitar 38,5% kasus melibatkan kerugian melebihi Rp 1 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model hexagon fraud (tekanan, peluang, rasionalisasi, kapabilitas, kesombongan, dan kolusi) terhadap potensi laporan keuangan di perusahaan manufaktur. Penelitian ini menggunakan sampel data dari 76 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2022. Analisis data menggunakan metode regresi data panel menggunakan Model F-Score untuk melihat potensi laporan keuangan dan unsur fraud dalam teori segi enam yang diproksikan oleh variabel financial stability, external pressure, external auditor quality, change in auditor, change in director, CEO Picture dan proyek pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial Stability, External Pressure, Opportunity, Capability, Arrogance, dan Collusion tidak berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Sedangkan rationalization berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFinancial Statement Frauden_US
dc.subjectHexagon Frauden_US
dc.subjectFrauden_US
dc.titleAnalisis Deteksi Kecurangan Laporan Keuangan dalam Dimensi Fraud Hexagon (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2022)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20312155


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record