DE TJOLOMADOE SOLO SEBAGAI RUANG PUBLIK KOTA DENGAN PENDEKATAN KEBERLANJUTAN MASYARAKAT
Date
2024-07-01Author
Saputro, Angreini Rahmanda
Budiman, Hanif
Fasya, Nabiela Salma
Metadata
Show full item recordAbstract
De Tjolomadoe merupakan bangunan revitalisasi yang kaya akan warisan
sejarah karena menjadi pabrik gula tua pertama di Indonesia. Selain museum, De
Tjolomadoe menjadi tempat konser, festival, dan berbagai aktivitas lainnya seperti
bersepeda, jogging dan senam. Tujuan penelitian ini untuk mencari seberapa jauh
keterlibatan masyarakat dalam proses placemaking pada Kawasan De Tjolomadoe.
Kajian placemaking di De Tjolomadoe menggunakan metode survei, wawancara,
observasi, dan pengumpulan informasi dari berbagai literatur sejarah yang tersebar di
internet serta teori Genius Loci. Keterlibatan masyarakat setempat menjadi
pertimbangan dalam perkembangan place making Kawasan De Tjolomadoe sebagai
ruang publik kota dengan pendekatan keberlanjutan masyarakat. De Tjolomadoe dalam
arsitektur sosial, ekonomi dan budaya telah memenuhi kualitas fungsional, visual dan
lingkungan. Penerapan teknologi dan desain ramah lingkungan disarankan untuk
pemeliharaan De Tjolomadoe.
