• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Senyawa Aktif Ekstrak Kulit Buah Naga Merah dan Efeknya Terhadap Kadar Superoksida Dismutase (SOD) di Jaringan Hepar Tikus Wistar Jantan yang diinduksi Dislipidemia

    Thumbnail
    View/Open
    21612063.pdf (1.746Mb)
    Date
    2024
    Author
    Brilliany, Rhaina Annadroh
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Keadaan dislipidemia atau adanya peningkatan jumlah lipid di dalam darah dapat memproduksi adanya ROS berlebih yang mampu mempercepat produksi radikal bebas di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan penyakit seperti serosis hati, perlemakan hati, dan aterosklerosis. Salah satu pengembangan pengobatan yang dapat dilakukan adalah pemberian eksrak dari bahan alam, salah satunya ekstrak kulit buah naga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara ekstraksi kulit buah naga merah untuk pengobatan dislipidemia dan potensi ekstrak kulit buah naga merah sebagai agen antioksidan terhadap kadar SOD hepar pada tikus dislipidemia. Penelitian dilakukan dengan menginduksi tikus dengan high fat diet untuk memberikan kondisi dislipidemia yang kemudian diintervensi dengan ekstrak kulit buah naga dosis 60 mg/100 mL dan 80 mg/100 mL dengan simvastatin sebagai lalu diterminasi jaringan hepar untuk mengetahui kadar SOD. Ekstrak dibuat dengan proses maserasi dan diuapkan dengan rotary evaporator. Sebanyak 2,1 kg kulit buah naga yang diekstraksi, diperoleh 16 gram ekstrak kental dengan yield 0,76% mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid. Intervensi dosis 80 mg/100 mL (P2) memiliki efektivitas lebih baik dengan kadar SOD yaitu 73,73%; sedangkan dosis 60 mg/100 mL (P1) yaitu 71,96%. Namun keduanya memiliki efektivitas yang baik diketahui berdasarkan kadar SOD yang hampir sama dengan intervensi simvastatin (K+). Hasil analisis untuk uji Kruskal Wallis memberikan hasil 0,002 yang artinya p<0,05, sehingga diketahui bahwa data antar kelompok tidak homogen yang menunjukkan perlakuan yang diberikan cukup kuat untuk menciptakan perbedaan yang terukur berasal dari efek perlakuan, bukan dari variasi acak, artinya efek peningkatan kadar SOD oleh pemberian ekstrak maupun simvastatin bisa dianggap relevan secara statistik dan juga biologis.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54166
    Collections
    • Chemistry [753]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV