Sebaran Mikroplastik di Perairan Sungai Babon, Semarang, Jawa Tengah
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelimpahan dan persebaran mikroplastik di aliran Sungai Babon, Semarang, yang berada di wilayah padat penduduk dan industri. Sampah plastik di sungai ini terdegradasi menjadi mikroplastik akibat aktivitas manusia dan limbah yang tidak terkelola. Penelitian ini mengidentifikasi mikroplastik berdasarkan jumlah, kelimpahan, warna, bentuk, dan jenis polimer yang terdapat pada 8 lokasi peta sebaran. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Teknik Lingkungan, Universitas Islam Indonesia, dengan metode penelitian NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) yang telah dimodifikasi. Kelimpahan mikroplastik di Sungai Babon bervariasi, dengan titik SKB 3 tertinggi (0,96 partikel/L) dan SKB 4 terendah (0,16 partikel/L). Jenis dominan adalah fragmen (1,27 partikel/L), diikuti fiber, film, foam, dan pellet. Warna transparan paling umum (1,05 partikel/L). Polimer yang ditemukan adalah Polypropylene (PP) dab Polycarbonate (PC), masing-masing 29%. Titik SKB 3 memiliki jumlah tertinggi, dengan fragmen dan warna coklat dominan, sedangkan SKB 4 didominasi fiber berwarna transparan. Temuan ini menegaskan bahwa Sungai Babon menjadi tempat akumulasi mikroplastik yang signifikan akibat aktivitas manusia dan pembuangan sampah, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang lebih baik untuk mengatasi pencemaran tersebut.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
