Inovasi Wood Pellet Sebagai Media Resapan Kotoran Hewan
Abstract
Pasir kucing pada umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti pasir gumpal
dengan kelebihan dan kekurangannya yaitu terkait daya serap, kontrol bau dan
dampak lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan KALA
Wood pellet hadir sebagai inovasi produk subtitusi dengan pellet kayu sebagai alas
hewan untuk pengganti pasir, seiring dengan tujuan keberlanjutan dan alternatif
yang ramah lingkungan. Produk wood pellet yang terbuat dari limbah serbuk kayu
yang dipadatkan, menawarkan solusi efisien dan ekologis.
Perintisan bisnis ini beroprasi di Pucangan, Widodomartani, Kec.
Ngempalak, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Produk KALA dipasarkan secara
offline dan online melalui marketplace Facebook dan e-commerce dengan target
pasar adalah pecinta kucing dan pemilik hewan peliharaan (hamster, kelinci, dll).
Tim KALA terdiri dari dua orang yang bertanggung jawab pada bidang produksi
dan pemasaran pada bagian manajemen keuangan menjadi tanggung jawab semua
tim KALA. Program kerja dibidang produksi meliputi perencanaan bahan baku,
spesifikasi produk, menentukan vendor pembuatan produk, melakukan quality
control, manajemen penyimpanan dan menyusun laporan keuangan bersama tim
pemasaran.
Bisnis KALA wood pellet dimulai pada Januari 2024 dan berakhir pada Mei
2024. Selama periode tersebut, KALA memproduksi wood pellet total bahan baku
sebanyak 650 kg, terdiri dari 300 kg pada bulan Januari dan 350 kg pada bulan
April. Karena penjualan hanya berlangsung hingga Mei, total produksi yang terjual
mencapai 500 kg, sementara 150 kg masih tersisa. Pada titik BEP (Break Even
Point), penjualan kemasan 5 kg mencapai 39 unit dan kemasan 7 kg mencapai 27
unit. Jumlah total aset adalah Rp 3.545.000, dengan laba bersih yang diperoleh
sebesar Rp 568.000.
Collections
- Islamic Economics [1131]
