• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Inovasi Wood Pellet Sebagai Media Resapan Kotoran Hewan

    Thumbnail
    View/Open
    20423117.pdf (3.345Mb)
    Date
    2024
    Author
    Chamid, Muhammad Ali Marwan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pasir kucing pada umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti pasir gumpal dengan kelebihan dan kekurangannya yaitu terkait daya serap, kontrol bau dan dampak lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan KALA Wood pellet hadir sebagai inovasi produk subtitusi dengan pellet kayu sebagai alas hewan untuk pengganti pasir, seiring dengan tujuan keberlanjutan dan alternatif yang ramah lingkungan. Produk wood pellet yang terbuat dari limbah serbuk kayu yang dipadatkan, menawarkan solusi efisien dan ekologis. Perintisan bisnis ini beroprasi di Pucangan, Widodomartani, Kec. Ngempalak, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Produk KALA dipasarkan secara offline dan online melalui marketplace Facebook dan e-commerce dengan target pasar adalah pecinta kucing dan pemilik hewan peliharaan (hamster, kelinci, dll). Tim KALA terdiri dari dua orang yang bertanggung jawab pada bidang produksi dan pemasaran pada bagian manajemen keuangan menjadi tanggung jawab semua tim KALA. Program kerja dibidang produksi meliputi perencanaan bahan baku, spesifikasi produk, menentukan vendor pembuatan produk, melakukan quality control, manajemen penyimpanan dan menyusun laporan keuangan bersama tim pemasaran. Bisnis KALA wood pellet dimulai pada Januari 2024 dan berakhir pada Mei 2024. Selama periode tersebut, KALA memproduksi wood pellet total bahan baku sebanyak 650 kg, terdiri dari 300 kg pada bulan Januari dan 350 kg pada bulan April. Karena penjualan hanya berlangsung hingga Mei, total produksi yang terjual mencapai 500 kg, sementara 150 kg masih tersisa. Pada titik BEP (Break Even Point), penjualan kemasan 5 kg mencapai 39 unit dan kemasan 7 kg mencapai 27 unit. Jumlah total aset adalah Rp 3.545.000, dengan laba bersih yang diperoleh sebesar Rp 568.000.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54132
    Collections
    • Islamic Economics [1131]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV