| dc.description.abstract | Pendidikan Islam menekankan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan nilai
budaya yang selaras dengan ajaran Islam. Akulturasi ini terlihat pada ajaran moral
Raden Mas Panji (R.M.P) Sosrokartono, yang mengajarkan kesederhanaan,
pencerahan batin, serta kearifan Jawa seperti keselarasan dan kebajikan, yang
mencerminkan perpaduan budaya, moralitas, dan agama. Demi untuk
mengungkap fakta-fakta itu secara akademis, maka perlu dilakukan penelitian
yang mendalam dan sistimatis. Sementara itu, penelitian ini merupakan studi
kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-kritis-filosofis. Fokus
utama penelitian ini adalah ajaran moral R.M.P. Sosrokartono, serta relevansinya
dengan aksiologi pendidikan Islam. Penelitian ini telah mengidentifikasi formulasi
utama dari ajaran moral R.M.P. Sosrokartono serta relevansinya dengan aksiologi
pendidikan Islam. Ajaran moral R.M.P. Sosrokartono tercermin di nama sinandi
seperti "Sang Alif," "Mandor Kloengsoe," dan "Djoko Pring.", yang mengandung
nilai sosial dan spiritual. Ajaran moral R.M.P. Sosrokartono juga tercermin di
Ilmu Catur Murti yang berisikan ajaran keselarasan antara pikiran, perasaan,
perkataan, dan perbuatan. Ajaran moral berikutnya ada Ilmu Kantong Bolong,
yakni ilmu tentang keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian tanpa pamrih
kepada sesama sebagai wujud percaya kepada Tuhan. Relevansi aksilogis yang
dimaksudkan adalah kaitannya dengan nilai ketuhanan atau aqidah, ibadah,
akhlak, dan cinta tanah air (ḥablun min al-waṭan). R.M.P. Sosrokartono
menggunakan budaya lokal dalam penerapan setiap ajaran moralnya. Nilai
Pendidikan Islam secara kontekstual, membantu membentuk individu yang saleh,
berakhlak mulia, dan cinta bangsa. Ajaran R.M.P. Sosrokartono bersifat holistik
yang memadukan intelektualitas, moralitas, dan spiritualitas, serta harmonisasi
dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kebudayaan, relevan bagi
pengembangan pribadi muslim dan nilai kebangsaan. | en_US |