• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Khiyar Sebagai Klausa Baku untuk menentukan Terjadinya Wanprestasi Pada Kontrak Elektronik (E-commerce)

    Thumbnail
    View/Open
    22913023.pdf (13.80Mb)
    Date
    2024
    Author
    Huda, Dwi Sakti Muhamad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan e-commerce membawa dinamika baru dalam penerapan syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata, yakni kesepakatan, kecakapan, objek tertentu, dan sebab yang halal. Transaksi digital mampu memenuhi syarat-syarat ini, terutama dengan dukungan teknologi yang memungkinkan transparansi dan pencatatan otomatis. Namun, risiko wanprestasi tetap menjadi tantangan utama, seperti ketidaksesuaian barang atau keterlambatan pengiriman, yang dapat merugikan konsumen dan menciptakan potensi sengketa hukum. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode library research yang mencakup penelitian terhadap asas-asas hukum dan penelitian perbandingan hukum. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah (Comparative Approach) dan (Conceptual Approach). Hasil dari penelitian ini menunjukkan Bahwa Dalam perspektif hukum Islam, perlindungan terhadap konsumen diwujudkan melalui prinsip khiyar, yang memberikan hak pembeli untuk membatalkan transaksi apabila barang tidak sesuai dengan deskripsi atau ekspektasi. Prinsip ini relevan dalam e-commerce, di mana konsumen tidak memiliki kesempatan untuk memverifikasi barang secara fisik sebelum pembelian. Penerapan khiyar dalam bentuk klausa baku, seperti kebijakan pembatalan transaksi dalam jangka waktu tertentu, dapat menjadi mekanisme preventif terhadap potensi gharar (ketidakpastian) yang dilarang dalam Islam. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kejelasan prosedur dan keseimbangan hak serta kewajiban antara penjual dan pembeli, agar tidak menguntungkan salah satu pihak secara tidak adil.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54111
    Collections
    • Master of Islamic Studies [179]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV