• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Pemberian Jus Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Terhadap Kadar Testosteron Jaringan Testis Tikus Putih yang diinduksi Diet Tinggi Lemak

    Thumbnail
    View/Open
    20711175.pdf (10.36Mb)
    Date
    2024
    Author
    Priyangga, Najib Widya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Infertilitas banyak terjadi dan dapat disebabkan oleh diet tinggi lemak dan gaya hidup yang buruk. Salah satu indikator infertilitas adalah kadar testosteron. Kondisi dislipidemia dapat mengganggu produksi testosteron dengan mengganggu sintesis lutenizing hormone (LH) melalui mekanisme umpan balik negatif pada aksis hipotalamus dan kelenjar pituitari. Kurma ajwa sebagai makanan fungsional memiliki kadar flavonoid dan steroid yang berpotensi dapat memperbaiki produksi hormon testosteron. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terhadap kadar testosteron jaringan testis pada tikus putih (Rattus novergicus) yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan Bahan Biologi Tersimpan (BBT) berupa testis tikus dengan kelompok hewan coba berupa kelompok sehat (S), kontrol negatif (KN) berupa induksi tanpa intervensi, kontrol positif (KP) berupa induksi dengan intervensi atorvastatin, perlakuan 1 berupa induksi dengan intervensi jus kurma 40% dengan dosis 1ml/100grBB/hari (P1), dan perlakuan 2 (P2) yaitu induksi dengan intervensi jus kurma 60% dengan dosis 1ml/100grBB/hari. Induksi dilakukan selama 14 hari. Setelah dilakukan intervensi selama 14 hari, kadar testosteron jaringan testis diukur menggunakan metode ELISA dan diuji menggunakan One-Way ANOVA dan post hoc Bonferroni. Hasil: Kadar testosteron rata-rata menunjukkan angka 163,02 + 2,32 pada kelompok S, angka 59,10 + 2,03 pada kelompok KN, pada kelompok KP 149,52 + 2,91, P1 senilai 128,63 + 2,11, dan pada P2 didapatkan 146,66 + 1,5. Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok S dan KN, yang menunjukkan bahwa diet tinggi lemak menyebabkan penurunan kadar testosteron testis dengan nilai p=0,000. Perbedaan signifikan terhadap KN juga ditemukan pada kelompok intervensi P1 dan P2 dengan nilai p=0,000. Kadar testosteron KP dan P2 tidak signifikan dengan p=0,364 yang artinya intervensi kurma ajwa 60% memiliki efek sebanding dengan atorvastatin. Simpulan: Kadar testosteron jaringan testis pada tikus putih (Rattus novergicus) diinduksi diet tinggi lemak yang diberi kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) menunjukkan hasil yang lebih baik daripada testosteron jaringan testis kelompok tikus putih yang hanya diinduksi diet tinggi lemak. Pemberian variasi pada jus kurma ajwa berpengaruh terhadap kadar testosteron jaringan testis tikus putih yang diinduksi diet tinggi lemak. Efek terhadap kadar testosteron tikus putih jus kurma ajwa 60% sebanding dengan pemberian atorvastatin.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54095
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV