| dc.description.abstract | Kemandirian ekonomi penting bagi panti asuhan untuk mengurangi ketergantungan
pada donasi dan memastikan keberlanjutan operasional. Panti Asuhan
Muhammadiyah Al-Amin Gedongkuning menghadapi tantangan memenuhi
kebutuhan dana bulanan, termasuk cicilan gedung, karena unit usaha yang belum
optimal. Untuk mengatasi hal ini, panti perlu memanfaatkan jaringan hexahelix
yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, media, masyarakat, dan lembaga
keuangan. Kolaborasi lintas sektor ini dapat membantu pengembangan usaha
mandiri, seperti peternakan dan penjualan produk, sekaligus memberikan bekal
keterampilan bagi anak-anak asuh. Dengan optimalisasi ekosistem kemandirian
ekonomi melalui pendekatan hexahelix, panti dapat memperkuat ketahanan
finansial, mengurangi ketergantungan eksternal, dan memastikan seluruh
kebutuhan operasional terpenuhi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan normatif. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis optimalisasi ekosistem kemandirian ekonomi dengan pendekatan
hexahelix pada Panti Asuhan Muhammadiyah Al-Amin di Kota Yogyakarta. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi Panti Asuhan
Muhammadiyah Al-Amin memerlukan kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi.
Pemerintah, akademisi, industri, media, masyarakat, dan lembaga keuangan
berperan penting melalui pelatihan, pendanaan, promosi, dan pengembangan usaha.
Dengan mengelola usaha mandiri berbasis prinsip ekonomi Islam, seperti
peternakan dan penjualan produk, panti asuhan berupaya mengurangi
ketergantungan pada donatur. Meskipun tantangan tetap ada, diversifikasi usaha,
transparansi keuangan, dan penguatan jaringan kemitraan menjadi kunci
membangun kemandirian yang berkelanjutan dan mendukung pemberdayaan
masyarakat. | en_US |