• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kewajiban Atas Kehadiran Prinsipal Dalam Upaya Perdamaian pada Perkara Perceraian Perspektif Maṣlaḥah (Studi Kasus pada Pengadilan Agama Tenggarong)

    Thumbnail
    View/Open
    22913073.pdf (4.991Mb)
    Date
    2024
    Author
    Sabighoh, Umaeroh Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Problem kehadiran tergugat hingga hari ini masih menjadi tantangan penyelesaian perceraian di Pengadilan Agama, meski putusan dapat dijatuhkan secara verstek. Salah satu faktor diantaranya karena tergugat tidak berada pada wilayah dimana yurisdiksi perkara perceraian itu diajukan. Ketidakhadiran tergugat dalam kondisi seperti ini tentunya akan menutup family counceling sebagai upaya meminimalisir terjadinya konflik berkepanjangan pasca perceraian yang tentunya akan berdampak luas khususnya bagi anak. Disisi lain, Mahkamah Agung telah mengatur pemeriksaan pihak-pihak beperkara dalam perkara pidana maupun pemeriksaan saksi/saksi ahli melalui media komunikasi audio visual, namun belum pada tataran kehadiran para pihak dalam perkara perdata. Hal ini yang kemudian memberikan motivasi bagi hakim dalam kondisi-kondisi tertentu untuk mempertimbangkan problem kehadiran melalui pemeriksaan melalui komunikasi audio visual. Oleh karena itu, Peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana optimalisasi kehadiran prinsipal dalam upaya perdamaian pada perkara perceraian di Pengadilan Agama Tenggarong, dan analisisnya dalam perspektif maṣlaḥah. Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris, dengan data yang diperoleh melalui penelitian lapangan (field research), kemudian dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan untuk membendung dijatuhkannya putusan secara verstek, Pengadilan Agama Tenggarong melalukan berbagai optimalisasi upaya perdamaian melalui kehadiran pihak secara prinsipal di Pengadilan Agama Tenggarong, baik secara langsung maupun secara teleconference melalui infrastruktur Pengadilan lain dan Lembaga Pemasyarakatan. Tentunya akan memberikan membuka peluang terjadinya perdamaian baik perdamaian terhadap sengketa rumah tangga itu sendiri maupun hal-hal yang berkaitan dengan akibat perceraian dari berbagai aspek secara universal. Optimalisasi kehadiran prinsipal melalui telekonferensi terbukti menjawab tantangan penjatuhan putusan verstek dengan memainkan peran krusial dalam membangun komunikasi yang lebih baik di antara para pihak, membuka peluang rekonsiliasi, dan mengurangi potensi konflik berkelanjutan yang sering terjadi setelah perceraian.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54060
    Collections
    • Master of Islamic Studies [182]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV