Show simple item record

dc.contributor.authorSurachman, Laily Fariqah
dc.contributor.authorPangesti, Fauziyya Trisdhia Putri
dc.date.accessioned2024-12-20T03:24:39Z
dc.date.available2024-12-20T03:24:39Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54047
dc.description.abstractHerbisida Glifosat (C3H8NO5P) merupakan bahan kimia yang dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan tumbuhan gulma (tumbuhan penganggu). Gulma ialah tumbuhan disekitar tanaman yang pertumbuhannya tidak diinginkan karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman, penurunan kualitas tanaman, dan menurunkan kuantitas produksi (panen). Saat ini herbisida dengan berbahan aktif glifosat banyak digunakan petani dan pekebun di Indonesia karena dirasa lebih efektif, murah, dan aman. Herbisida Glifosat ini dihasilkan dari N-phosponomethyl iminodiacetic acid (N-PMIDA) dan hidrogen peroksida melalui proses oksidasi. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka dirancang pabrik herbisida glifosat dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Dengan memperhatikan faktor ketersedian bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran, dan utilitas, maka lokasi pabrik yang dipilih adalah di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Peralatan utama untuk pabrik herbisida glifosat yang digunakan antara lain reaktor, mixer, centrifuge, decomposer, separator, crystalizer, rotary dryer, dan vibrating screen. Reaktor yang digunakan adalah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB), bahan baku masuk N-phosponomethyl iminodiacetic acid (NPMIDA) dan hidrogen peroksida adalah dengan perbandingan mol 1:3 menggunakan katalis Pd/C sebesar 0,6 gram dan total air sebagai pelarut di dalam reaktor sebesar 170 ml. Reaktor beroperasi pada tekanan 2 atm bersuhu 90 oC keadaan eksotermis dan terjadi pembentukan herbisida glifosat yang kemudian masuk ke dalam mixer untuk melarutkan larutan glifosat sebelum dipisahkan dari katalis Pd/C. Kemudian dialirakan ke decomposer untuk menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dari larutan glifosat lalu diumpankan ke crystalizer untuk pengkristalan lalu ke centrifuge dan rotary dryer untuk menguapkan sisa pelarut maupun produk samping yang terdapat pada herbisida glifosat, kemudian di screener dengan ukuran -20+32 mesh yang memiliki kemurnian sebesar 97%. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari selama 330 hari per tahun. Hasil analisa ekonomi terhadap prarancangan pabrik herbisida glifosat diperoleh nilai ROI sebelum pajak sebesar 47%, ROI setelah pajak sebesar 36%, POT sebelum pajak 2,06 tahun, POT setelah pajak 2,73 tahun, BEP sebesar 54,67%, SDP sebesar 28,17% , serta DCFR sebesar 19,24%. Berdasarkan analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik herbisida glifosat kapasitas 20.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk direalisasikan pembangunannya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFiltrasien_US
dc.subjectHerbisida Glifosaten_US
dc.subjectKristalen_US
dc.subjectNPMIDAen_US
dc.subjectOksidasien_US
dc.subjectRATBen_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Glifosat dari Neophosphatenomethyl Iminodiacetic Acid (N-pmida) dan Hidrogen Peroksida Kapasitas Produksi 20.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521067
dc.Identifier.NIM20521012


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record