Prarancangan Pabrik Glifosat dari Neophosphatenomethyl Iminodiacetic Acid (N-pmida) dan Hidrogen Peroksida Kapasitas Produksi 20.000 Ton/tahun
View/ Open
Date
2024Author
Surachman, Laily Fariqah
Pangesti, Fauziyya Trisdhia Putri
Metadata
Show full item recordAbstract
Herbisida Glifosat (C3H8NO5P) merupakan bahan kimia yang dapat menghambat
pertumbuhan atau mematikan tumbuhan gulma (tumbuhan penganggu). Gulma
ialah tumbuhan disekitar tanaman yang pertumbuhannya tidak diinginkan karena
dapat menghambat pertumbuhan tanaman, penurunan kualitas tanaman, dan
menurunkan kuantitas produksi (panen). Saat ini herbisida dengan berbahan aktif
glifosat banyak digunakan petani dan pekebun di Indonesia karena dirasa lebih
efektif, murah, dan aman. Herbisida Glifosat ini dihasilkan dari N-phosponomethyl
iminodiacetic acid (N-PMIDA) dan hidrogen peroksida melalui proses oksidasi.
Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka dirancang pabrik herbisida
glifosat dengan kapasitas 20.000 ton/tahun. Dengan memperhatikan faktor
ketersedian bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran, dan utilitas, maka
lokasi pabrik yang dipilih adalah di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Provinsi
Jawa Timur. Peralatan utama untuk pabrik herbisida glifosat yang digunakan antara
lain reaktor, mixer, centrifuge, decomposer, separator, crystalizer, rotary dryer, dan
vibrating screen. Reaktor yang digunakan adalah Reaktor Alir Tangki Berpengaduk
(RATB), bahan baku masuk N-phosponomethyl iminodiacetic acid (NPMIDA) dan
hidrogen peroksida adalah dengan perbandingan mol 1:3 menggunakan katalis
Pd/C sebesar 0,6 gram dan total air sebagai pelarut di dalam reaktor sebesar 170 ml.
Reaktor beroperasi pada tekanan 2 atm bersuhu 90
oC keadaan eksotermis dan
terjadi pembentukan herbisida glifosat yang kemudian masuk ke dalam mixer untuk
melarutkan larutan glifosat sebelum dipisahkan dari katalis Pd/C. Kemudian
dialirakan ke decomposer untuk menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dari
larutan glifosat lalu diumpankan ke crystalizer untuk pengkristalan lalu ke
centrifuge dan rotary dryer untuk menguapkan sisa pelarut maupun produk
samping yang terdapat pada herbisida glifosat, kemudian di screener dengan ukuran
-20+32 mesh yang memiliki kemurnian sebesar 97%. Pabrik beroperasi selama 24
jam per hari selama 330 hari per tahun. Hasil analisa ekonomi terhadap
prarancangan pabrik herbisida glifosat diperoleh nilai ROI sebelum pajak sebesar
47%, ROI setelah pajak sebesar 36%, POT sebelum pajak 2,06 tahun, POT setelah
pajak 2,73 tahun, BEP sebesar 54,67%, SDP sebesar 28,17% , serta DCFR sebesar
19,24%. Berdasarkan analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik
herbisida glifosat kapasitas 20.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk
direalisasikan pembangunannya.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
