Show simple item record

dc.contributor.authorNabilah, Tiara
dc.date.accessioned2024-12-09T02:10:47Z
dc.date.available2024-12-09T02:10:47Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53914
dc.description.abstractLatar belakang: Kasus asma anak di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 sebesar 16,23%, dan paling tinggi di DI Yogyakarta. Pentingnya dilakukan evaluasi pengobatan asma, terutama pada pasien anak. Tujuan: Mengetahui karakteristik responden dan kesesuaian terapi asma yang diberikan kepada mereka. Metode: Deskriptif observasional dengan melakukan studi evaluasi obat pada pasien asma anak rawat inap di RSUD Sleman tahun 2022-2023, dengan jumlah responden sebanyak 33 pasien. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pedoman Drug Information Handbook edisi 27 tahun 2018-2019 dan Pedoman Nasional Asma Anak edisi ketiga tahun 2022. Hasil: Hasil analisis karakteristik yaitu meliputi jenis kelamin laki-laki (54,55%), dengan rentang usia 0-5 tahun (51,52%), tingkat keparahan asma intermitten (51,52%), dan lama rawat inap <5 hari (75,76%). Riwayat asma dalam keluarga paling banyak adalah tidak ada/tidak ada keterangan (60,61%), serta penyakit penyerta terbanyak ialah gangguan pernapasan (54,76%). Terapi asma tunggal paling banyak adalah kortikosteroid sistemik (35,37%), dan terapi kombinasi asma yang paling banyak adalah SABA-ICS (13,41%), dengan obat simptomatik antihistamin (66,67%). Hasil evaluasi yang didapatkan ialah 96,97% pasien tepat obat, 50% obat antiasma tepat dosis, dan 77,78% obat simptomatik tepat dosis. Kesimpulan: Pengobatan yang didapatkan pasien belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsmaen_US
dc.subjectEvaluasi Obaten_US
dc.subjectKetepatan Penggunaan Obaten_US
dc.subjectAnaken_US
dc.titleEvaluasi Pengobatan Asma Pada Pasien Anak Rawat Inap di RSUD Sleman Yogyakarta Tahun 2022-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19613146


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record