Evaluasi Pengobatan Asma Pada Pasien Anak Rawat Inap di RSUD Sleman Yogyakarta Tahun 2022-2023
Abstract
Latar belakang: Kasus asma anak di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 sebesar
16,23%, dan paling tinggi di DI Yogyakarta. Pentingnya dilakukan evaluasi
pengobatan asma, terutama pada pasien anak.
Tujuan: Mengetahui karakteristik responden dan kesesuaian terapi asma yang
diberikan kepada mereka.
Metode: Deskriptif observasional dengan melakukan studi evaluasi obat pada
pasien asma anak rawat inap di RSUD Sleman tahun 2022-2023, dengan jumlah
responden sebanyak 33 pasien. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pedoman
Drug Information Handbook edisi 27 tahun 2018-2019 dan Pedoman Nasional
Asma Anak edisi ketiga tahun 2022.
Hasil: Hasil analisis karakteristik yaitu meliputi jenis kelamin laki-laki (54,55%),
dengan rentang usia 0-5 tahun (51,52%), tingkat keparahan asma intermitten
(51,52%), dan lama rawat inap <5 hari (75,76%). Riwayat asma dalam keluarga
paling banyak adalah tidak ada/tidak ada keterangan (60,61%), serta penyakit
penyerta terbanyak ialah gangguan pernapasan (54,76%). Terapi asma tunggal
paling banyak adalah kortikosteroid sistemik (35,37%), dan terapi kombinasi asma
yang paling banyak adalah SABA-ICS (13,41%), dengan obat simptomatik
antihistamin (66,67%). Hasil evaluasi yang didapatkan ialah 96,97% pasien tepat
obat, 50% obat antiasma tepat dosis, dan 77,78% obat simptomatik tepat dosis.
Kesimpulan: Pengobatan yang didapatkan pasien belum sepenuhnya sesuai
dengan pedoman.
Collections
- Pharmacy [1909]
