Peran Perilaku Prososial dan Resiliensi Terhadap Kesejahteraan Subjektif Pada Remaja
Abstract
Kesejahteraan subjektif adalah suatu keseimbangan antara keadaan hati yang
positif maupun yang negative berdasarkan pengalaman individu tersebut dalam
menjalani kehidupan sehari-hari. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya
kesejahteraan subjektif pada masing-masing individu. Perilaku prososial dan resiliensi
menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subjektif yang dimiliki
remaja SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perilaku prososial dan
resiliensi terhadap kesejahteraan subjektif pada remaja. Penelitian ini dilakukan
menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online pada
100 siswa/siswi SMAN 1 Purworejo. Skala yang digunakan adalah PANAS (Positive
Affect Negative Affect Schedule) dan SWLS (Satisfaction With Life Scale) yang
dikembangkan oleh Watsons Clark, dan Tellegen (1988) lalu diterjemahkan ke dalam
Bahasa Indonesia oleh Akhtar untuk mengukur Tingkat kesejahteraan subjektif.
Sedangkan skala yang digunakan untuk mengukur tingkat perilaku prososial
dikembangkan oleh Carlo dan Randall dan diterjemahkan oleh Pinanggit. Skala yang
digunakan untuk mengukur tingkat resiliensi adalah skala CD- RISC 25 yang
dikembangkan oleh Connor dan Davidson (2003) lalu diterjemahkan oleh Listyandini
dan Akmal. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa perilaku
prososial dan resiliensi dapat memiliki peran dan signifikan dengan kesejahteraan
subjektif remaja pada SMAN 1 Purworejo. Semakin tinggi perilaku prososial dan
resiliensi maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif.
Collections
- Psychology [2602]
