Show simple item record

dc.contributor.authorAndriani, Anggun Wahyu
dc.contributor.authorPutri, Hemalia Sabilla
dc.date.accessioned2024-12-05T04:19:06Z
dc.date.available2024-12-05T04:19:06Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53888
dc.description.abstractAsam salisilat merupakan senyawa organik yang sangat berguna, terutama dalam bidang farmasi dan kosmetik. Penggunaannya meliputi pembuatan aspirin dan berbagai produk perawatan kulit. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan asam salisilat di Indonesia terdiri dari fenol, karbondioksida, dan natrium hidroksida. Fenol (C6H5OH) adalah senyawa aromatik yang banyak digunakan dalam berbagai industri kimia, termasuk dalam sintesis asam salisilat. Fenol dipilih sebagai bahan baku utama dalam pembuatan asam salisilat karena memiliki reaktivitas kimia yang tinggi, serta tersedia dalam jumlah besar dengan harga yang relatif terjangkau. Potensi bahan baku untuk pembuatan asam salisilat yang mudah tersedia di dalam negeri dimanfaatkan secara optimal, kebutuhan akan asam salisilat di Indonesia dapat terpenuhi secara mandiri. Hal ini akan memberikan dampak positif, terutama dengan mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga mampu menekan biaya. Berdasarkan hal tersebut, direncanakan di dirikan Pabrik Asam Salissilat dengan kapasitas 55.000 ton/tahun yang terletak di indramayu, Jawa Barat yang ditinjau dari berbagai faktor. Pendirian pabrik asam salisilat diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan ekspor, membantu memenuhi permintaan global, sekaligus menambah devisa negara dan memperkuat daya saing di pasar internasional. Salah satu metode inovatif untuk produksi asam salisilat adalah melalui reaksi fenol dengan karbon dioksida (CO2), yang dikenal sebagai proses Kolbe-Schmitt. Reaksi ini melibatkan karboksilasi fenol dengan CO2 dalam kondisi tekanan dan suhu tinggi, menghasilkan asam salisilat dengan hasil yang optimal. Terjadi reaksi antara Fenol dan NaOH yang menjadi Sodium Phenoxide dan H2O dan pada reaktor 2 terjadi reaksi antara Sodium Phenoxide dan CO2 membentuk Sodium Salisilate. Untuk mendukung berjalannya pabrik ini digunakan air sebesar 5719,3409 kg/jam yang berasal dari sungai Cimanuk. Kebutuhan listrik mencapai 99,40 kW. Berdasrakan hasil analisa ekonomi menunjukkan Return Of Investment (ROI) sebesar 36,98% sebelum pajak dan 29,59% setelah pajak. Pay Out Time (POT) sebesar 2,3 tahun sebelum pajak dan 1,3 tahun setelah pajak. Break Even Point (BEP) sebesar 58,83%, Shut Down Point (SDP) sebesar 48,17%. Berdasarkan dari analisa dapat disimpulkan bahwa pabrik asam salisilat dari fenol dan karbon dioksida layak untuk didirikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsam Salisilaten_US
dc.subjectFenolen_US
dc.subjectKarbon Dioksidaen_US
dc.subjectKolbe-Schmitten_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Asam Salisilat dari Fenol dan Karbon Dioksida Kapasitas 55.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20521162
dc.Identifier.NIM20521187


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record