Show simple item record

dc.contributor.authorKhaerani, Siti Zahrah
dc.date.accessioned2024-12-03T04:32:03Z
dc.date.available2024-12-03T04:32:03Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53873
dc.description.abstractAdanya perbedaan individual baik dalam segi kognitif, afektif maupun psikomotor diantara para siswa di sekolah inklusi, memungkinkan potensi munculnya perilaku-perilaku yang tidak diharapkan muncul di dalam kelas. Perilaku siswa yang tidak diharapkan muncul atau student misbehavior diketahui memiliki hubungan dengan kesejahteraan subjektif seorang guru, dimana hal tersebut berkaitan dengan motivasi dan hasil belajar siswa serta kualitas mengajar guru selama di kelas. Penelitian ini melibatkan 176 guru yang mengajar di sekolah inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala Teacher Subjective Well Being Questionnaire (TSWQ), skala Wong Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) dan skala Perceived Student Misbehavior. Teknik analisis data yang digunakan yaitu moderated regression analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran dalam memoderasi hubungan antara perilaku mengganggu siswa dengan kesejahteraan guru, yang ditandai dengan signifikansi p<0,001 (p<0,05).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKecerdasan Emosionalen_US
dc.subjectStudent Misbehavioren_US
dc.subjectTeacher Well-beingen_US
dc.subjectSekolah Inklusien_US
dc.titlePeran Kecerdasan Emosional sebagai Moderator antara Perilaku Mengganggu Siswa dan Kesejahteraan pada Guru di Sekolah Inklusien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22915013


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record