Peran Kecerdasan Emosional sebagai Moderator antara Perilaku Mengganggu Siswa dan Kesejahteraan pada Guru di Sekolah Inklusi
Abstract
Adanya perbedaan individual baik dalam segi kognitif, afektif maupun psikomotor diantara
para siswa di sekolah inklusi, memungkinkan potensi munculnya perilaku-perilaku yang
tidak diharapkan muncul di dalam kelas. Perilaku siswa yang tidak diharapkan muncul
atau student misbehavior diketahui memiliki hubungan dengan kesejahteraan subjektif
seorang guru, dimana hal tersebut berkaitan dengan motivasi dan hasil belajar siswa serta
kualitas mengajar guru selama di kelas. Penelitian ini melibatkan 176 guru yang mengajar
di sekolah inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari
skala Teacher Subjective Well Being Questionnaire (TSWQ), skala Wong Law Emotional
Intelligence Scale (WLEIS) dan skala Perceived Student Misbehavior. Teknik analisis data
yang digunakan yaitu moderated regression analysis. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki peran dalam memoderasi hubungan
antara perilaku mengganggu siswa dengan kesejahteraan guru, yang ditandai dengan
signifikansi p<0,001 (p<0,05).
Collections
- Master of Psychology [494]
