| dc.description.abstract | Menurunnya minat belajar mengaji di kalangan anak-anak disebabkan oleh perubahan
pola pikir orang tua yang lebih fokus pada pendidikan formal dibandingkan pendidikan
agama, serta terbatasnya metode pembelajaran yang menarik dan interaktif. Selain itu,
pembelajaran konvensional yang seringkali membosankan juga menjadi salah satu penyebab
rendahnya minat anak-anak untuk belajar mengaji. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan
solusi inovatif yang dapat merangsang minat anak-anak dalam memahami dasar-dasar Al-
Qur'an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi web "Mengajiku" sebagai
alternatif pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak usia 6 hingga 15
tahun yang belum lancar mengaji. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur seperti
pengenalan huruf hijaiyah, ilmu tajwid, kuis, video kisah nabi, dan game. Pengembangan
aplikasi menggunakan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan,
implementasi, dan evaluasi, untuk memastikan aplikasi dapat memenuhi kebutuhan anak-
anak dalam proses pembelajaran mengaji.
Pengujian awal menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan minat belajar dan
mempermudah anak-anak dalam mempelajari Al-Qur'an. Namun, evaluasi juga menunjukkan
bahwa beberapa aspek antarmuka dan tampilan aplikasi masih perlu diperbaiki agar lebih
ramah pengguna dan menarik bagi anak-anak. Secara keseluruhan, aplikasi Mengajiku dinilai
bermanfaat sebagai metode pembelajaran Al-Qur'an yang lebih interaktif dan fleksibel,
dengan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan kualitas pembelajaran
mengaji di masa depan. | en_US |