Show simple item record

dc.contributor.authorKusmayadi, Yodi
dc.date.accessioned2024-11-22T03:03:56Z
dc.date.available2024-11-22T03:03:56Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53785
dc.description.abstractLatar Belakang: Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada balita karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting akan memiliki kerentanan terhadap penyakit, hambatan perkembangan kognitif dan terganggunya produktivitas anak di masa yang akan datang, menurut WHO pada tahun 2020 angka stunting di dunia mencapai 22% anak balita. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah durasi tidur berhubungan dengan terjadinya stunting pada anak usia 1-2 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional dengan rancangan case control menggunakan data primer dari hasil pengisian kuesioner oleh orang tua anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karangmojo II, Gunung Kidul pada bulan Maret 2024. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode total sampling. Analisis data menggnakan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Analisis data didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur kurang (< 11 jam) dengan stunting (p= 0,171), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur lebih (>14 jam) dengan stunting (p= 0,217). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan stunting pada anak usia 1-2 tahun.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDurasi Tiduren_US
dc.subjectStuntingen_US
dc.subjectanak usia 1-2 tahunen_US
dc.titleHubungan Durasi Tidur dengan Stunting Pada Anak Usia 1-2 Tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711164


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record