Hubungan Durasi Tidur dengan Stunting Pada Anak Usia 1-2 Tahun
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh yang terjadi
pada balita karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada 1000 hari
pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting akan memiliki kerentanan
terhadap penyakit, hambatan perkembangan kognitif dan terganggunya
produktivitas anak di masa yang akan datang, menurut WHO pada tahun 2020
angka stunting di dunia mencapai 22% anak balita.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah durasi tidur berhubungan dengan
terjadinya stunting pada anak usia 1-2 tahun.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional dengan rancangan
case control menggunakan data primer dari hasil pengisian kuesioner oleh orang
tua anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karangmojo II, Gunung Kidul
pada bulan Maret 2024. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode total
sampling. Analisis data menggnakan analisis univariat, analisis bivariat
menggunakan chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Analisis data didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara durasi tidur kurang (< 11 jam) dengan stunting (p= 0,171), dan tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara durasi tidur lebih (>14 jam) dengan stunting (p=
0,217).
Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan
stunting pada anak usia 1-2 tahun.
Collections
- Medical Education [2954]
