Show simple item record

dc.contributor.authorAl Mubarok, M. Azkar Zaki
dc.date.accessioned2024-11-14T06:27:06Z
dc.date.available2024-11-14T06:27:06Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/53726
dc.description.abstractLatar belakang: Seiring berkembangnya teknologi, tuntutan untuk menciptakan sediaan yang stabil, nyaman dan mudah diaplikasikan semakin tinggi. Banyak inovasi yang telah dilakukan beberapa tahun ini mengenai sediaan kosmetik. Salah satunya adalah aplikasi nanopartikel, seperti nanoemulsi, nanosilver, nanogold, dan nanoemulgel. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengembangkan sediaan nanoemulgel dari bahan alam yakni daun kelor sebagai kosmetik dengan aktivitas sebagai antihiperpigmentasi. Metode: Penelitian menggunakan daun kelor sebagai bahan aktif dan akan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak selanjutnya akan distandardisasi untuk memenuhi kontrol kualitas parameter spesifik dan non spesifik. Ekstrak selanjutnya akan diformulasikan ke dalam nanoemulgel dengan pembawa Capryol 90 kemudian sediaan nanoemulgel akan diuji sifat fisik dan penerimaannya oleh responden. Hasil: Dari hasil maserasi diperoleh ekstrak sebanyak 265,188gram dengan rendemen sebesar 13,26% dan telah memenuhi syarat. Setelah dilakukan formulasi didapatkan 3 formula, setiap formula memiliki kadar ekstrak yang berbeda yaitu FI (0.25%), F2 (0,5%), dan F3 (1%). Hasil dari uji ukuran partikel dan polydispersity index nanoemulsi didapatkan hasil masing-masing formula telah memenuhi persyaratan nanopartikel yakni ukuran partikel dalam rentang 10-100 um dan nilai polydispersity index mendekati 0,1. Pada hasil uji keasaman (pH) nanoemulgel masing-masing formula memiliki hasil yang baik yaitu dalam rentang pH kulit wajah 4.5-6.5. Pada uji stabilitas dengan menggunakan metode freeze-thaw dengan 4 siklus tidak terjadi perubahan pada setiap formula yang menandakan sediaan ini stabil dalam suhu yang tinggi dan rendah. Pada uji viskositas FI memiliki hasil yang baik dengan hasil dalam rentang 230-1150 CP. Uji hedonik menunjukan 50% responden menyukai F1 dari segi warna, aroma dan tekstur. Kesimpulan: Ekstrak daun kelor terstandar dapat diformulasikan dan dikembangkan menjadi nenoemulgel dengan pembawa Capryol 90 yang dapat digunakan untuk kosmetik. Kesimpulan: Ekstrak daun kelor terstandar dapat diformulasikan dan dikembangkan menjadi nenoemulgel dengan pembawa Capryol 90 yang dapat digunakan untuk kosmetik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNanoemulgelen_US
dc.subjectMoringa Oleiferaen_US
dc.subjectCapryol 90en_US
dc.titleFormulasi Nanoemulgel Esktrak Terstandar Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Pembawa CAPRYOL 90en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record