Show simple item record

dc.contributor.authorOseasky, Alda Bella
dc.date.accessioned2024-11-14T01:57:49Z
dc.date.available2024-11-14T01:57:49Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53722
dc.description.abstractBudaya thrifting di Indonesia sebagian besar bergantung pada pakaian bekas impor, dengan impor mencapai 6,56 juta kg pada tahun 2020. Namun, praktik ini belum mengatasi meningkatnya sampah fesyen domestik, yang menyumbang 2,63% dari 33,9 juta ton sampah yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2022. Oleh karena itu, diperlukan perancangan rantai pasok untuk mendistribusikan produk bekas pakai yang berasal dari masyarakat di kota Yogyakarta agar dapat dijual kembali dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk fashion bekas pakai impor. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan rantai pasok produk fashion bekas yang bersumber dari masyarakat di kota Yogyakarta dan mengeksplorasi pembentukan organisasi di Yogyakarta untuk mengelola pakaian yang didonasikan oleh masyarakat di kota Yogyakarta serta memastikan kualitas produk sebelum dijual kembali. Penelitian ini menggunakan Actor Network Theory (ANT) untuk merancang aliran rantai pasokan pendistribusian produk fashion bekas dari masyarakat di Yogyakarta ke penjual thrifting. Penelitian ini juga mengkaji perubahan perilaku di antara penjual thrifting agar menjual produk fashion bekas pakai berasal dari masyarakat Indonesia yang telah dikelola oleh organisasi thrifting Yogyakarta, menggunakan skenario intervensi dengan pendekatan Comprehensive Action Determine Model (CADM) dan hasil eksperimen tersebut akan diuji statistik untuk didapatkan intervensi terbaik. Hasil penelitian terdapat hasil perancangan aliran rantai pasok barang bekas fashion dari masyarakat di kota Yogyakarta sampai dijual kembali ke masyarakat dan terdapat pihak organisasi thrifting Yogyakarta yang meningkatkan kualitas barang hasil donasi masyarakat sebelum dijual kembali. Dalam penelitian ini didapatkan hasil uji statistik Anova sig. <0.05 dan hasil Uji Scheffe intervensi 3 berada pada subset yang berbeda dengan intervensi 1 dan 2, sehingga diketahui intervensi yang paling efektif adalah dengan memberikan informasi perbandingan harga dan kualitas barang bekas impor dibandingkan barang yang bersumber dari lokal yang dikelola oleh lembaga Yogyakarta.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRantai Pasokanen_US
dc.subjectProduk Fashion Lokalen_US
dc.subjectThriftingen_US
dc.subjectActor Network Theory (ANT)en_US
dc.subjectComprehensive Action Determine Model (CADM)en_US
dc.subjectOrganisasi Pengelola Produk Bekas Fashionen_US
dc.titlePerancangan Rantai Pasok Produk Fashion Bekas Pakai dengan Pendekatan Comprehensive Action Determine Model (CADM) dan Actor Network Theory (Ant)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22916001


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record