Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Frestiany Regina
dc.date.accessioned2024-11-01T08:05:23Z
dc.date.available2024-11-01T08:05:23Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53641
dc.description.abstractPandemi Covid-19 yang telah terjadi di Indonesia sejak awal 2020 memberikan dampak yang signifikan bagi semua orang, tidak terkecuali anak-anak. Di masa pandemi, anak-anak yang seharusnya menghabiskan waktu untuk belajar, bersosialisasi, dan bermain bersama teman-teman di sekolah, menjadi tergantikan dengan waktu yang mereka habiskan di rumah untuk bermain gawai. Kebiasaan aktivitas daring yang dilakukan oleh anak-anak mengakibatkan mereka kecanduan menggunakan gawai yang membuat mereka jarang bersosialisasi dengan sekitarnya. Pada era kebiasaan baru (new normal) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, semua instansi pendidikan juga memberlakukan pertemuan tatap muka atau sekolah luring kepada siswa-siswanya. Adanya sekolah luring yang diterapkan tentu saja menimbulkan berbagai peristiwa yang kerap dialami oleh anak dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru. Kondisi ini menuntut orang tua dan guru harus berlaku bijak dalam memberikan keputusan, sehingga anak-anak tidak mengalami gangguan perilaku yang akan sangat berpengaruh pada kondisi mentalnya. Penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana membuat pemodelan untuk membangun sistem berbasis kasus yang mendukung konseling elektronik (e-konseling) anak dalam menghadapi era kebiasaan baru. Kasus-kasus yang dikumpulkan tidak hanya permasalahan yang melibatkan kekhawatiran orang tua ketika membiarkan anaknya berinteraksi di luar rumah, namun juga bagaimana cara orang tua dan guru dalam menghadapi permasalahan anak dalam menghadapi era new normal. Hasil e-konseling ini akan memberikan solusi berupa rekomendasi tindakan bagaimana cara mengatasi permasalahan. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu: pengumpulan data dan kajian literatur, pemodelan, evaluasi model, serta membangun & evaluasi prototipe. Basis kasus berisi minimal 90 kasus yang diperoleh dari wawancara kepada orang tua yang memiliki anak remaja SMP dan guru SMP, serta penyebarluasan kuesioner melalui google form. Solusi atas kasus yang dikumpulkan diperoleh dari konselor melalui Focus Group Discussion (FGD). Selanjutnya empat proses penalaran berbasis kasus akan diterapkan pada iv penelitian ini, yaitu retrieve, reuse, revise, dan retain. Fungsi similaritas modified weighted average dipilih untuk mengukur nilai kemiripan kasus yang akan dievaluasi dengan kasuskasus yang ada di basis kasus. Pengujian model dilakukan dengan kasus-kasus yang telah ada yang tidak disertakan dalam basis kasus. Selain menggunakan kasus yang sudah ada, pengujian model juga dilakukan dengan menghadirkan para konselor dalam forum FGD. Setelah model dinyatakan valid, selanjutnya dibuat prototipe berbasis website dengan PHP dan MySQL. Pengujian prototipe dilakukan menggunakan uji usabilitas yang akan diberikan kepada calon pengguna (guru, orang tua/wali murid dan konselor) untuk mengukur kemudahan dan kesesuaian prototipe dengan kebutuhan penguna tersebut.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSistem Berbasis Kasusen_US
dc.subjectRemajaen_US
dc.subjectEra New Normalen_US
dc.subjectKonselingen_US
dc.subjectAnaken_US
dc.titleSistem Berbasis Kasus untuk Konseling Remaja SMP dalam Menghadapi Era New Normalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20917016


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record