Pengaruh Jus Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Terhadap Kadar Malondialdehid Otak Tikus Jantan Sprague Dawley yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak
Abstract
Latar belakang: Hiperlipidemia ditandai dengan adanya ketidakseimbangan
komposisi lipid dalam tubuh. Keadaan tersebut memicu peroksidasi lipid yang
ditandai dengan peningkatan malondialdehid. Senyawa herbal yang memiliki
potensi hipolipidemik salah satunya adalah kurma ajwa. Sebagai buah, kurma
ajwa juga dapat digunakan sebagai makanan fungsional.
Tujuan: Mengetahui efek hipolipidemik jus kurma ajwa terhadap kadar
malondialdehid pada otak tikus yang diinduksi diet tinggi lemak.
Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dilakukan dengan membagi hewan coba
menjadi lima kelompok yakni kontrol normal (K1), kontrol induksi tanpa intervensi
(K2), induksi dengan intervensi jus kurma 40% (P1), induksi dengan intervensi jus
kurma 60% (P2), dan induksi dengan pemberian atorvastatin (P3). Induksi
dilakukan selama 14 hari. Setelah 27 hari intervensi, kadar MDA otak diukur dan
diuji menggunakan uji Kruskal Wallis dan post hoc Bonferroni.
Hasil: Perbedaan kadar MDA otak didapati signifikan pada kelompok K1-K2, K2-
P3, dan K1-P1. Hasil ini menunjukkan bahwa induksi high fat diet berhasil
membuat kadar MDA otak meningkat dengan nilai p=0,000. Perbandingan yang
signifikan terhadap K2 juga ditemukan pada P3 dengan p=0,004. Perbandingan
kadar MDA P1 juga ditemukan signifikan terhadap K1 dengan p=0,004 yang
artinya intervensi jus kurma 40% tidak dapat membuat kelompok intervensi setara
terhadap kelompok normal.
Kesimpulan: Jus kurma 40% dan 60% tidak memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap kadar MDA otak tikus yang diinduksi HFD
Collections
- Medical Education [2954]
