Analisis Pengendalian Risiko Keterlambatan Penyelesaian Proyek Pada Pembangunan Blud Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pacitan
Abstract
Keterlambatan penyelesaian proyek merupakan kondisi yang umum terjadi di proyek
konstruksi, hal ini terjadi karena faktor risiko yang dapat terjadi proyek konstruksi
terutama di CV. Bahana Konstruksi. CV. Bahana Konstruksi merupakan perusahaan yang
bergerak dibidang konstruksi dengan pengalaman lebih dari 200 proyek, salah satu
proyek yang dikerjakan yaitu pembangunan Badan layanan Umum Daerah (BLUD)
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pacitan. Namun, pada pelaksanaan pengerjaan
proyek terjadi keterlambatan pada aktivitas proyek. Keterlambatan tersebut terjadi karena
beberapa risiko yang tidak diduga oleh pihak perusahaan. Dengan permasalahan tersebut,
tujuan dilakukan penelitian ini adalah melakukan analisis aktivitas kritis pada proyek
melalui PERT, kemudian menganalisis risiko yang terjadi didalamnya. Hasil pada
penelitian didapatkan aktivitas kritis pada proyek tersebut adalah aktivitas A (Pek.
Persiapan Umum) – B (Pek. Urugan) – D (Pek. Pondasi) – E (Pek. Beton) – G (Pek.
Paving) – K (Pek. Aksesoris) dengan waktu penyelesaian selama 169 hari, dengan
probabilitas penyelesaian sebesar 95%. Melalui FMEA didapati risiko teridentifikasi
sebanyak 12 aktivitas yang termasuk kategori risiko tinggi yang perlu pengawasan lebih
lanjut. Untuk itu, perusahaan dapat melakukan mitigasi risiko keterlambatan dengan
rekomendasi pengendalian dari peneliti.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
