Show simple item record

dc.contributor.authorBimo, Fernando Aryo
dc.date.accessioned2024-10-31T07:09:38Z
dc.date.available2024-10-31T07:09:38Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53563
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji dampak pemasaran media sosial terhadap citra pencak silat di Indonesia, serta implikasinya terhadap penjualan atribut pencak silat. Pencak silat, yang memiliki berbagai perguruan dan aliran, memerlukan atribut seperti seragam, senjata, sabuk, dan perlengkapan lain yang harus memenuhi standar tertentu. Dengan meningkatnya penggunaan e-commerce dan platform media sosial, strategi pemasaran digital menjadi krusial untuk meningkatkan visibilitas dan efisiensi penjualan atribut ini. Penelitian ini mengevaluasi bagaimana platform seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Bukalapak, Instagram, Facebook, dan Lazada mempengaruhi citra pencak silat serta kontribusinya terhadap pelestarian dan promosi budaya. Temuan menunjukkan bahwa pemasaran media sosial efektif dalam membangun identitas merek, meningkatkan interaksi dengan komunitas, dan memperkuat kredibilitas merek pencak silat. Pemasaran media sosial memfasilitasi pembentukan komunitas daring, berbagi konten yang relevan, dan memperluas jangkauan pasar dengan biaya yang relatif rendah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis fenomena ini di Toko Galeri Silat ID di Sukoharjo, Jawa Tengah, dan menyimpulkan bahwa strategi pemasaran digital tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga memperkuat citra pencak silat sebagai warisan budaya yang diakui secara internasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSocial Media Marketingen_US
dc.subjectE-commerceen_US
dc.subjectPencak Silaten_US
dc.titlePenerapan Strategi Social Media Marketing Melalui E-commerce Pada Galeri Silat IDen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20211047


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record