| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji dampak pemasaran media sosial terhadap citra pencak
silat di Indonesia, serta implikasinya terhadap penjualan atribut pencak silat.
Pencak silat, yang memiliki berbagai perguruan dan aliran, memerlukan atribut
seperti seragam, senjata, sabuk, dan perlengkapan lain yang harus memenuhi
standar tertentu. Dengan meningkatnya penggunaan e-commerce dan platform
media sosial, strategi pemasaran digital menjadi krusial untuk meningkatkan
visibilitas dan efisiensi penjualan atribut ini. Penelitian ini mengevaluasi
bagaimana platform seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Bukalapak,
Instagram, Facebook, dan Lazada mempengaruhi citra pencak silat serta
kontribusinya terhadap pelestarian dan promosi budaya. Temuan menunjukkan
bahwa pemasaran media sosial efektif dalam membangun identitas merek,
meningkatkan interaksi dengan komunitas, dan memperkuat kredibilitas merek
pencak silat. Pemasaran media sosial memfasilitasi pembentukan komunitas
daring, berbagi konten yang relevan, dan memperluas jangkauan pasar dengan
biaya yang relatif rendah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk
menganalisis fenomena ini di Toko Galeri Silat ID di Sukoharjo, Jawa Tengah,
dan menyimpulkan bahwa strategi pemasaran digital tidak hanya meningkatkan
penjualan tetapi juga memperkuat citra pencak silat sebagai warisan budaya yang
diakui secara internasional. | en_US |