Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi dan Abu Jerami Gandum Sebagai Substitutor Sebagian Semen dalam meningkatkan Kuat Tekan Beton
Abstract
Tingginya penggunaan semen sebagai salah satu bahan penyusun beton memiliki efek negatif
bagi lingkungan, karena proses produksi semen menghasilkan emisi berupa pelepasan 0,8 ton karbon
dioksida (CO2) setiap per ton semennya ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Oleh
karena itu diperlukan alternatif bahan substitusi lain seperti abu jerami gandum dan abu sekam padi.
Penelitian menunjukkan bahwa abu jerami gandum dan abu sekam padi mempunyai kandungan
beberapa zat yang juga terkandung dalam semen, seperti silika dan alumina yang cukup tinggi
(86,94%; 67,34% dan 0,20%; 6,44%). Di samping itu ukuran abu jerami gandum yang kecil dapat
menjadi pengisi yang baik pada rongga-rongga yang ada pada campuran beton. Sehingga hal ini
dapat meningkatkan kuat tekan beton.
Pada penelitian ini digunakan bahan substitusi berupa abu sekam padi dan abu jerami gandum
sebanyak 2%, 4%, 5%, 6%, dan 8% dari berat semen. Perhitungan perencanaan campuran beton
menggunakan (SNI 2834, 2000) dengan kuat tekan rencana 30 MPa. Sedangkan pengujian dilakukan
terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton pada umur 7 dan 28 hari sesuai (SNI 2847,
2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian semen dengan abu
jerami gandum dan abu sekam padi terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton, serta
mengetahui komposisi campuran beton yang menghasilkan kuat tekan beton maksimum pada umur
7 hari dan 28 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mensubstitusi sebagian semen dengan abu
sekam padi dan abu jerami gandum dapat meningkatkan kuat tekan beton dan modulus elastisitas
beton. Hasil pengujian kuat tekan beton dengan mensubstitusi sebagian semen dengan abu sekam
padi dan abu jerami gandum pada umur 7 hari dengan kadar 2%, 4%, dan 5% mengalami
peningkatan sebesar 2,161%, 2,623%, dan 5,315%, pada umur 28 hari dengan kadar 5% mengalami
peningkatan sebesar 2,436%. Hasil pengujian modulus elastisitas beton dengan mensubstitusi
sebagian semen dengan abu sekam padi dan abu jerami gandum pada campuran beton untuk
perbedaan modulus elastisitas beton pengujian dan teoritis telah sesuai dengan yang disyaratkan
pada (SNI 2847, 2019) adalah sebesar 20%. Peningkatan modulus elastisitas beton paling tinggi
terjadi pada kadar 5% dengan peningkatan sebesar 7,924% dari modulus elastisitas beton umur uji
7 hari. Dengan demikian penggunaan abu sekam padi dan abu jerami gandum pada penelitian ini
mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas beton dengan kadar maksimum 5%.
Collections
- Civil Engineering [4759]
