Show simple item record

dc.contributor.authorSugiharto, Muh. Erry
dc.date.accessioned2024-10-30T07:39:34Z
dc.date.available2024-10-30T07:39:34Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53509
dc.description.abstractTantangan dalam pemenuhan kebutuhan peta topografi skala besar di proyek raksasa seperti jalan tol Trans Sumatera secara cepat, tepat dan terjangkau, perlu adanya penerapan teknologi seperti BIM (Building Information Modelling). Pembuatan 3D Model Jalan Tol memerlukan data peta dasar yang detail untuk menghasilkan output biaya yang detail. Penggunaan metode terestrial seringkali bersifat subyektif karena banyak dipengaruhi oleh human error. Penggunaan data topografi non terestrial yang tidak akurat menyebabkan ketidaktepatan perencanaan dan estimasi biaya. Sehingga dibutuhkan data LIDAR yang memiliki tingkat kedetailan yang baik dikarenakan memiliki resolusi spasial yang lebih tinggi dibandingkan teknologi lain seperti terestrial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan data LIDAR dengan terestrial dalam aspek waktu dan biaya pada Model BIM tahapan Perencanaan Jalan Tol. Perlu dilakukan pengujian validitas data LIDAR terhadap data terestrial dalam memenuhi ketelitian peta dasar yang disyaratkan, serta melakukan analisis perbandingan volume galian dan timbunan dari kedua metode tersebut ditinjau dari aspek biaya dan waktu yang diperlukan. Hasil penelitian yang didapat adalah data LIDAR pada ruas Pekanbaru-Bangkinang memenuhi toleransi peta skala 1:1000 kelas 1 yang tertuang pada Standar Pedoman Teknis Peta Skala Besar oleh BIG, dimana hal tersebut dapat dilihat dari nilai LE90 sebesar 17.6 cm dengan nilai rujukan sebesar 20 cm. Kehandalan data LIDAR dalam perhitungan volume pekerjaan tanah diperoleh dari efisiensi volume timbunan 8.83% dan efektifitas dalam perhitungan volume galian karena mampu mendeteksi 57.82% material timbunan yang tidak terdeteksi pada survei terestrial. Selain itu dengan pemanfaatan LIDAR, diperoleh efisiensi waktu dan selisih biaya pekerjaan tanah yaitu masing-masing sebesar 62.9% dan 9.03%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLIDARen_US
dc.subjectTerestrialen_US
dc.subjectAkurasien_US
dc.subjectEfisiensi Waktuen_US
dc.subjectSelisih Biayaen_US
dc.titleAnalisis Perbandingan Antara Metode Lidar dan Terestrial dalam Perhitungan Volume Galian dan Timbunan Untuk Mencapai Efisiensi Biaya dan Waktu (Studi Kasus: Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Bangkinang)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19914022


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record