Analisis Perbandingan Antara Metode Lidar dan Terestrial dalam Perhitungan Volume Galian dan Timbunan Untuk Mencapai Efisiensi Biaya dan Waktu (Studi Kasus: Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Bangkinang)
Abstract
Tantangan dalam pemenuhan kebutuhan peta topografi skala besar di proyek raksasa seperti
jalan tol Trans Sumatera secara cepat, tepat dan terjangkau, perlu adanya penerapan teknologi seperti
BIM (Building Information Modelling). Pembuatan 3D Model Jalan Tol memerlukan data peta dasar
yang detail untuk menghasilkan output biaya yang detail. Penggunaan metode terestrial seringkali
bersifat subyektif karena banyak dipengaruhi oleh human error. Penggunaan data topografi non
terestrial yang tidak akurat menyebabkan ketidaktepatan perencanaan dan estimasi biaya. Sehingga
dibutuhkan data LIDAR yang memiliki tingkat kedetailan yang baik dikarenakan memiliki resolusi
spasial yang lebih tinggi dibandingkan teknologi lain seperti terestrial. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk membandingkan data LIDAR dengan terestrial dalam aspek waktu dan biaya pada
Model BIM tahapan Perencanaan Jalan Tol. Perlu dilakukan pengujian validitas data LIDAR
terhadap data terestrial dalam memenuhi ketelitian peta dasar yang disyaratkan, serta melakukan
analisis perbandingan volume galian dan timbunan dari kedua metode tersebut ditinjau dari aspek
biaya dan waktu yang diperlukan. Hasil penelitian yang didapat adalah data LIDAR pada ruas
Pekanbaru-Bangkinang memenuhi toleransi peta skala 1:1000 kelas 1 yang tertuang pada Standar
Pedoman Teknis Peta Skala Besar oleh BIG, dimana hal tersebut dapat dilihat dari nilai LE90
sebesar 17.6 cm dengan nilai rujukan sebesar 20 cm. Kehandalan data LIDAR dalam perhitungan
volume pekerjaan tanah diperoleh dari efisiensi volume timbunan 8.83% dan efektifitas dalam
perhitungan volume galian karena mampu mendeteksi 57.82% material timbunan yang tidak
terdeteksi pada survei terestrial. Selain itu dengan pemanfaatan LIDAR, diperoleh efisiensi waktu
dan selisih biaya pekerjaan tanah yaitu masing-masing sebesar 62.9% dan 9.03%.
