• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Jembatan pada Jalan Tol (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Yogyakarta - Yogyakarta International Air Port Kulon Progo)

    Thumbnail
    View/Open
    18914021.pdf (6.662Mb)
    Date
    2023
    Author
    Prasetyo, Rendy
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Proses pembangunan konstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan tol banyak menyerap tenaga kerja di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat industri konstruksi merupakan industri dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) diperlukan untuk mengendalikan risiko pada proyek konstruksi. Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk dapat menekan angka kecelakaan kerja salah satunya dengan metode Hazard Identification Risk Assesment and Determining Control (HIRADC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko sebelum dan sesudah dilakukan pengendalian terhadap bahaya yang terdapat pada pembangunan jembatan IC Kartasura pada proyek jalan tol Solo-Jogjakarta-YIA Kulon Progo, sehingga dapat melakukan tindakan pengendalian berdasarkan hierarki pengendalian. Identifikasi dilakukan berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada dua orang narasumber, melakukan penilaian tingkatan risiko sebelum dan sesudah diberi pengendalian sesuai dengan peraturan yang berlaku. Narasumber pertama adalah HSE Officer dari konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana selaku narasumber kedua. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan terhadap tingkat risiko dari bahaya yang sudah teridentifikasi dari sebelum dilakukan dan sesudah dilakukan pengendalian. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui terdapat 41 jenis bahaya dengan tingkat risiko mulai dari extreme, high, moderate, dan low. Berdasarkan penilaian narasumber pertama didapatkan risiko dengan kategori extreme semula 46,34 % menjadi 7,32 %, pada risiko high dari 34,15% menjadi 26,83%, pada risko moderate dari 17,07% menjadi 26,83% dan risiko dengan kategori low dari 2,44% menjadi 39,02%. Sementara, dari responden kedua didapatkan risiko dengan kategori extreme risk dari 12,20% menjadi 2,44%, pada high risk dari 58,54% menjadi 7,32%, pada moderate risk dari 21,95% menjadi 12,20%, dan pada pekerjaan dengan low risk dari 7,32% naik menjadi 78,05%. Pengendalian risiko yang dilakukan sudah sesuai dengan hierarki K3 yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi dan alat pelindung diri (APD).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53493
    Collections
    • Master of Civil Engineering and Planning [219]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV