Show simple item record

dc.contributor.authorSunarta
dc.date.accessioned2024-10-30T06:33:59Z
dc.date.available2024-10-30T06:33:59Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53479
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menguji peran keadilan organisasional sebagai anteseden kepuasan kerja dan pengaruhnya terhadap perilaku prokrastinasi dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis. Pendekatan penelitian ini menggunakan deduktif, yaitu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivisme. Strategi dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional. Metode penelitian menggunakan metode tunggal (mono-method) yaitu metode kuantitatif. Jumlah populasi penelitian 872 orang dan sampel yang diteliti sebanyak 195 orang tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) berbasis kovarian (CB-SEM) dengan bantuan software Analysis of Moment Structures (AMOS). Konteks pelanggaran kontrak psikologis (PCB) dianalisis menggunakan analisis multigroup dengan mengelompokkan sampel PCB tinggi dan PCB rendah. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Keadilan distributif dan keadilan prosedural merupakan anteseden kepuasan kerja. Keadilan distributif dan keadilan prosedural berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan keadilan interaksional tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. (2) Keadilan distributif berpengaruh negatif terhadap perilaku prokrastinasi melalui kepuasan kerja, sedangkan keadilan prosedural dan keadilan interaksional terhadap perilaku prokrastinasi tidak signifikan. (3) Keadilan distributif berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis tinggi, sedangkan keadilan prosedural berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis rendah. (4) Kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku prokrastinasi dalam konteks pelanggaran kontrak psikologis. Hasil penelitian ini memberikan implikasi adanya peran keadilan distributif sebagai anteseden paling dominan terhadap kepuasan kerja. Pengaruh keadilan organisasional terhadap kepuasan kerja dan perilaku prokrastinasi terjadi pada konteks hubungan yang bersifat formaltransaksional dibandingkan konteks informal-relasional.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKeadilan Distributifen_US
dc.subjectProseduralen_US
dc.subjectInteraksionalen_US
dc.subjectKepuasan Kerjaen_US
dc.subjectPerilaku Prokrastinasien_US
dc.titleAnteseden dan Konsekuensi Kepuasan Kerja Tinjauan Aspek Pelanggaran Kontrak Psikologisen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM16931004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record